Hyundai Stargazer Essential

Review Hyundai Stargazer Essential, Utamakan Fitur Dasar MPV

Tidak dapat dipungkiri bahwa segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) masih difavoritkan oleh konsumen Tanah Air, tentunya selain segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Sejumlah pabrikan pun menyasar segmen MPV sebagai penyumbang volume penjualan produknya. Pasar otomotif Indonesia memang telah lama diramaikan oleh produsen mobil asal Jepang, namun kini brand dari Tiongkok dan Korea Selatan ikut gencar menjajakan produk andalannya.

Hyundai pun ingin merasakan manisnya pasar MPV dengan memasarkan Stargazer di tahun 2022 silam. Kami pun masih ingat ucapan Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), saat peluncuran Hyundai Stargazer. “Stargazer menjadi tanda bahwa Hyundai memberikan jawaban bagi gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar bepergian jauh bersama keluarga,” ujarnya.

Pengganti varian Trend

Tak sampai satu tahun setelah debutnya, pihak HMID pun mengoptimalkan Hyundai Stargazer, sekaligus mengganti varian yang dirasa ‘sepi pengunjung’. Pada awalnya Stargazer memiliki varian Active, Trend, Style, dan Prime. Maka pada bulan Juli 2023 silam, hadir varian Essential sebagai pengganti Trend. Bukan hanya menggantikan, tapi juga memiliki penyesuaian fitur yang dirasa lebih penting bagi pengguna kendaraan MPV. Setidaknya itu yang ingin disampaikan oleh HMID…

Pada eksterior, terutama pada grille, bumper dan paduan warna di varian Essential ini terlihat serupa dengan Trend maupun Prime. Termasuk penggunaan Horizon LED DRL dan LED Headlamp yang senada dengan nuansa modern kendaraan ini. Melihat ke bagian sisinya, velg alloy yang digunakan pun identik dengan Stargazer Active versi update, yakni berdiameter 16 inci dan memiliki warna single tone.

Sesuai dengan masukan dari konsumen kepada HMID terkait panel instrumen pada dashboard, maka kini Stargazer mengadopsi desain panel instrumen yang rendah, dengan frame warna hitam, sehingga menyuguhkan visibilitas berkendara lebih baik. Pada varian Essential, panel meter sudah menggunakan layar TFT LCD 4,2 inci full digital yang menampilkan informasi dari sistem kendaraan. Head unit 8 inci yang disematkan juga memiliki konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.

Fitur Blue Link ditiadakan

Ternyata ada yang kurang dari Stargazer Essential ini, yaitu vanity mirror pada sun visor penumpang depan dan map pocket pada kedua jok baris pertama. Namun setidaknya barang bawaan bisa diletakkan di tempat penyimpanan pada door trim. Kelengkapan lain yang absen ialah fitur Blue Link yang sebelumnya dimiliki oleh varian Trend.

Namun, HMID melakukan kompensasi dengan menyebar lebih banyak fitur buat Stargazer Essential. Mulai dari Auto Up/Down & Safety Power Window, Remote Window Control, 2nd Row USB Charging Port, Smart Keyless Entry, Parking Distance Warning, Tire Pressure Monitoring System, dan Outside Rear View Mirror with Electric Folding. Khusus fitur Push Start Button, Smart Key Button, Remote Start Engine hanya tersedia pada varian Essential bertransmisi IVT.

Jok berbahan fabric terbukti lebih sejuk

Jarak sumbu roda 2,780 mm milik Stargazer merupakan terpanjang di kelasnya. Dimensi panjang 4.460 mm, lebar 1.780 mm, dan tinggi 1.695 mm. Sedangkan overhang 800 mm untuk bagian depan dan 880 mm untuk belakang, membuat kabin menjadi lapang. Jok varian Essential menggunakan material fabric, memang tidak memberikan kesan elegan, namun kami merasa lebih sejuk ketika diduduki.

Mesin yang digunakan tidak bebeda dengan varian Stargazer lainnya, yakni unit Smartstream G4FIII DOHC 1.5 liter dengan output 113 hp dan torsi maksimal 143,8 Nm. Seperti varian Style dan Prime, Stargazer Essential IVT juga dilengkapi dengan 4 pilihan mode berkendara, yaitu Normal, Eco, Sport, dan Smart. Amat berguna di beragam kondisi berkendara. Fitur tersebut belum ada di beberapa Low MPV lain seperti Toyota Avanza G, Daihatsu Xenia R atau Mitsubishi Xpander Exceed.

Harga Hyundai Stargazer Essential yang ditawarkan pun tergolong menarik, sebab masih berada di bawah Rp 300 juta. Untuk varian Essential M/T berada di Rp 258,8 juta, sedangkan untuk yang bertransmisi IVT ialah Rp 272,5 juta. Hyundai sendiri mengklaim bahwa varian Essential ini lebih murah sekitar Rp 8 juta dibandingkan varian Trend yang dilengserkannya. Bagi konsumen yang ingin menggunakan opsi captain seat di jok baris kedua, cukup tambahkan dana sebesar Rp 1 juta.

Fasilitas EV Charging Station Hyundai Kini Tersedia di Mal Lippo

Dalam membuktikan komitmennya untuk selalu mendukung ekosistem elektrifikasi kendaraan di Tanah Air, hari ini (05/09/2023) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dan PT Lippo Malls Indonesia, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pembangunan charging station untuk kendaraan listrik (EV).

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Hyundai Motorstudio Senayan Park, dan dihadiri oleh Woojune Cha, Direktur Utama PT Hyundai Motors Indonesia, Henry Riadi, Chief Executive Officer PT Lippo Malls Indonesia, dan Danny Crayton, Chief Marketing Officer PT Lippo Malls Indonesia.

Tersedia di 52 mal yang dikelola Lippo Malls Indonesia

Inisiatif untuk menghadirkan Stasiun Pengisian EV Hyundai di 52 mal di bawah naungan Lippo Malls Indonesia semakin menegaskan posisi Hyundai di sektor otomotif Indonesia. Lippo Malls Indonesia saat ini menjadi pengembang dan operator mal terbesar di Indonesia, dengan 70 pusat perbelanjaan di 35 kota di Indonesia.

“Kerjasama dengan PT Lippo Malls Indonesia ini merupakan momentum penting untuk terus memperkuat upaya perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Woojune Cha, Direktur Utama PT Hyundai Motors Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan guna memenuhi kebutuhan gaya hidup pelanggan dengan baik. Kami senang dapat menawarkan pengalaman gaya hidup ramah lingkungan, berkat ketersediaan Hyundai EV charging station di mal yang kami kelola,” sambut Henry Riady, Chief Executive Officer PT Lippo Malls Indonesia.

Banyak tipe charger yang disediakan

Hyundai dan Lippo Malls Indonesia akan memperluas perluasan EV Charging Station di jaringan pusat perbelanjaan mal Lippo di berbagai kota. Di antaranya Aceh, Medan, Palembang, Jambi, Yogyakarta, Pekalongan, Kudus, Kediri, Sidoarjo, Jember, Madiun, Palangkaraya, Kendari, Kupang, Manado, Makassar, dan Bali.

Sejumlah lokasi tersebut adalah perluasan jaringan stasiun pengisian daya kendaraan listrik dengan menggunakan tipe charger yang bervariasi, mulai dari AC standard charger 22 kW hingga DC fast charger 50 kW.

Kolaborasi ini menjadikan PT Lippo Malls Indonesia sebagai perusahaan retail pertama di Indonesia yang mengoperasikan fasilitas EV fast charging station untuk publik di jaringan pusat perbelanjaan secara nasional. Fasilitas tersebut tersedia bagi seluruh pengguna kendaraan listrik Hyundai dan pemilik EV lain yang kompatibel dengan tipe charger di stasiun pengisian daya terkait.

Hyundai Stargazer X

Hyundai Stargazer X Tak Ragu Libas Rute Menantang

Segmen crossover menjadi salah satu fokus baru bagi Hyundai di Indonesia, sebab PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkenalkan Stargazer X di ajang GIIAS 2023. Stargazer X memiliki fitur canggih, teknologi terkini, dan desain terbaru yang menjadikannya kendaraan multifungsi bagi pengguna dalam berbagai kondisi.

Masyarakat Indonesia telah akrab dengan perjalanan jauh dalam menghabiskan waktu bersama keluarga atau menikmati liburan bersama para orang terdekat. Oleh karenanya, solusi mobilitas semakin dibutuhkan konsumen di Tanah Air. Mungkin ini yang membuat HMID menghadirkan Hyundai Stargazer X di Indonesia.

Menempuh rute dengan beragam kondisi jalan

Kami memang telah merasakan Stargazer X ini secara singkat beberapa minggu silam. Namun kini, kami langsung membuktikan performanya dalam rangkaian acara Media Drive Experience: Unleash the X in You with Stargazer X, 28-30 Agustus 2023. Perjalanan bersama puluhan rekan jurnalis otomotif Tanah Air ini menempuh rute dari Yogyakarta menuju Solo dan kembali lagi ke Yogyakarta.

Rute pertama memiliki kondisi jalan yang cukup menantang untuk menguji kemampuan kendaraan, salah satunya tanjakan yang cukup panjang. Hyundai Stargazer X membuktikan pengalaman berkendara yang optimal melalui fitur Drive Mode dengan empat pilihan berkendara (Eco, Comfort, Smart, dan Sport).

Diajak ke perbukitan Candirejo

Peran mesin Smartstream G4FIII 1.5 liter DOHC dan transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT), memastikan performa maksimal serta efisien. Dengan begitu, Stargazer X dapat memberikan perjalanan yang lancar dan nyaman setiap saat. Hal ini kami buktikan saat menuju kawasan perbukitan di Kawasan Candirejo, Magelang, dengan ketinggian 700 mdpl.

Medan jalanan yang kurang mulus pun dapat dilalui, berkat ketinggian mobil yang berbeda dari Hyundai Stargazer versi Multi-Purpose Vehicle (MPV). Dengan penggunaan velg berukuran 17 inci dan dibalut ban 205/50 R17, maka mobil ini kini memiliki ground clearance setinggi 200 mm. Hyundai Stargazer X pun dapat melaju dengan lebih lincah, mulus, dan stabil di berbagai profil jalanan.

Kami menghadapi variasi karakteri jalanan yang beragam di rute kedua, contohnya saat melewati Waduk Gajah Mungkur dengan jalur menanjak dan menurun. Selain itu, kami menjumpai ruas jalan berbatu, termasuk sejumlah jalan baru dengan membelah bukit menuju pesisir Pantai Selatan.

Usai menikmati pemandangan tepi Pantai Selatan, kami kembali menempuh perjalanan sejauh 73 km menuju Landasan Pacu Depok, sekaligus mengikuti berbagai tantangan seru. Mulai dari Fun Drive Challenge untuk dapat merasakan kemampuan bermanuver, Front Parking Distance Warning Challenge untuk merasakan kemudahan memarkir.

Perjalanan kami selama 3 hari ini dirasa sesuai dalam menggambarkan aktivitas para pengguna kendaraan crossover di Indonesia. Sebab pengguna kendaraan tersebut menawarkan keandalan, keselamatan, dan kenyamanan berkendara, termasuk untuk perjalanan jauh. Sejumlah aspek ini sepertinya direpresentasikan oleh Hyundai Stargazer X.

Impresi Pertama Hyundai Stargazer X: Ubahan Minim, Dongkrak Penampilan

Beberapa pekan silam, PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) resmi meluncurkan produk terbarunya, yakni Hyundai Stargazer X. Kami berkesempatan untuk mencobanya secara singkat di sela acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023. Hyundai Stargazer X ialah keluarga baru Stargazer yang kini menjelma menjadi sebuah kendaraan crossover.

Hadirnya Stargazer X dirasa untuk meneruskan prestasi Stargazer yang telah diluncurkan sebelumnya. Secara sekilas, memang siluet crossover ini masih sama dengan versi Multi-Purpose Vehicle (MPV). Namun sejumlah ubahan dilakukan untuk memperlihatkan kesan yang lebih ‘gagah’.

Aksen warna merah pada interior

Sebut saja kap mesin dan bumper yang memiliki kontur layaknya sebuah Sport Utility Vehicle (SUV). Selain itu ada Roof Garnish dan Roof Spoiler untuk menekankan karakter yang dinamis. Selanjutnya, Hyundai menyematkan velg alloy diamond-cut berdiameter 17 inci, untuk memberikan ground clearance yang lebih tinggi. Apalagi ada moulding dengan aksen warna hitam pada keempat fender roda.

Interiornya memang menawarkan kenyamanan berkendara, bahkan tersedia opsi konfigurasi captain seat untuk semua varian, baik Style maupun Prime. Captain seat memiliki sandaran lengan agar para penumpang di baris kedua mobil mendapatkan posisi duduk paling nyaman. Khusus pada crossover ini, material joknya pun berbeda dengan Stargazer, sebab pada Stargazer X memiliki aksen warna merah. Terlebih lagi ada picnic table bagi penumpang baris kedua.

Dua warna baru yang eksklusif

Mesin yang digunakan memang serupa dengan milik Stargazer, yakni unit Smartstream G4FIII DOHC 1.5 liter dengan output 113 hp dan torsi maksimal 143,8 Nm. Jantung mekanis tersebut dipadukan dengan transmisi IVT (Intelligent Variable Transmission). Transmisi ini dapat meningkatkan efisiensi mesin agar penggunaan bahan bakar lebih efisien. Agar lebih efisien, Hyundai Stargazer X juga dilengkapi fitur Cruise Control.

Hyundai Stargazer X tersedia dalam berbagai warna eksterior, seperti Creamy White Pearl, Magnetic Silver Metallic, Titan Gray Metallic, Midnight Black Pearl, dan Dragon Red Pearl. Ada warna baru yang khusus dihadirkan pada mobil ini, yaitu Gravity Gold Matte dan Optic White Matte. Jika konsumen menginginkan tampilan two-tone, Hyundai juga dapat mengakomodirnya.

Saat ini Stargazer X sudah dapat dipesan di seluruh jaringan dealer Hyundai di Indonesia. Untuk varian Style dipasarkan dengan harga Rp 325,6 juta, sedangkan untuk varian Prime dibanderol dengan harga Rp 336,2 juta. Keduanya merupakan harga on-the-road DKI Jakarta.  

Hyundai Ioniq 6-GIIAS_1

Impresi Pertama Hyundai Ioniq 6: Karakter Retro Futuristis

Aspek elektrifikasi masih menjadi salah satu menjadi fokus dari Hyundai dalam menciptakan produk. Hyundai tanpa henti ingin memperkenalkan berbagai lini kendaran listrik yang ramah lingkungan, namun tetap nyaman bagi penggunanya. Setelah sukses dengan kehadiran Sport Utility Vehicle (SUV) Hyundai Ioniq 5, tahun ini PT Hyundai Mobil Indonesia menghadirkan Hyundai Ioniq 6.

Sebenarnya Hyundai sudah memberikan ‘sinyal’ mengenai rencana dipasarkannya hadirnya Ioniq 6. Sebab ada satu unit Hyundai Ioniq 6 yang dipamerkan di Hyundai Motorstudio, Senayan Park, Jakarta Pusat, sejak beberapa bulan silam.

Mengacu pada konsep Hyundai Prophecy EV

Hyundai Ioniq 6 merupakan sedan elektrik dengan gaya melandai yang aerodinamis dan elegan. Cikal bakal desain bodi terlihat kuat mengacu pada mobil konsep Hyundai Prophecy EV. Desain streamline dan aerodinamis ini menghasilkan angka coefficient drag yang amat baik, yakni Cd 0,21 saja. Desain retro futuristis juga ditampilkan lampu depan dan lampu belakang dengan menganut gaya parametric pixel.

Sedan EV ini hadir dengan konfigurasi dual motor elektrik bertenaga 239 kW dan torsi sebesar 605 Nm. Dengan kombinasi sepasang motor listrik tersebut, membuat Hyundai Ioniq 6 memiliki sistem penggerak roda all-wheel drive. Dengan penggunaan baterai berkapasitas 77.4 kWh, maka Hyundai mengklaim dengan jarak tempuhnya mencapai 519 km.

Pengisian daya baterainya pun cukup singkat. Untuk mencapai daya 80 persen, jika menggunakan DC ultra-fast charging berkapasitas 350 kW, maka cukup menghabiskan waktu sekitar 18 menit saja. Bahkan mobil ini juga sudah dilengkapi fitur Vehicle to Load (V2L) layaknya pada Hyundai Ioniq 5.

Bisa ditebus dengan harga Rp 1,197 milyar

Interiornya dirancang untuk mengutamakan kenyamanan dan keleluasaan pengguna. Dengan menggunakan platform E-GMP yang telah dikembangkan untuk memberikan kenyamanan maksimal di dalam kendaraan. Interiornya yang lapang tidak terlepas dari wheelbase sepanjang 2.950 mm.

Dimensi secara keseluruhan, ukuran panjangnya ialah 4.855 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm, serta ground clearance 141 mm yang menawarkan kenyamanan dan kestabilan selama perjalanan. Hyundai Ioniq 6 kini bisa dipesan pada jaringan dealer PT Hyundai Mobil Indonesia dengan 6 pilihan warna, yaitu Gravity Gold Matte, Nocturne Gray Matte, Abyss Black Pearl, Serenity White Pearl, Biophilic Blue Pearl. Hyundai Ioniq 6 dijual dengan harga Rp 1,197 milyar (on-the-road DKI Jakarta).

myHyundai 2.0 Tawarkan Kemudahan Bagi Konsumen Hyundai

Hyundai, hari ini (15/08/23) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkenalkan kehadiran versi terbaru aplikasi myHyundai Indonesia pada ajang GIIAS 2023. Pengembangan aplikasi ini merupakan inovasi terbaru HMID dalam memberikan pengalaman terbaik dan nilai tambah bagi pelanggan.

Tentu saja latar belakang aplikasi ini berguna untuk mengakses kebutuhan servis, hiburan, dan solusi lainnya langsung dari ponsel pintar. Versi terbaru myHyundai Indonesia telah tersedia sejak tanggal 15 Agustus 2023.

Aneka fitur intuitif dan tampilan antarmuka yang ramah pengguna, aplikasi ini memudahkan akses rangkaian layanan dan penawaran Hyundai. Baik bagi pengguna setia Hyundai atau mereka yang baru mengenal Hyundai untuk pertama kalinya, aplikasi ini berfungsi sebagai mitra gaya hidup yang dapat terintegrasi dengan seamless ke dalam rutinitas harian,” kata Christian Abraham Gandawinata, Head of Sales Strategy Department PT Hyundai Motors Indonesia

Akses untuk mendapatkan keuntungan yang lebih

Versi terbaru aplikasi myHyundai Indonesia dengan tujuan menjadi solusi mobile yang memberikan pengalaman gaya hidup terbaik. Selain fungsionalitas penting seperti registrasi kendaraan dan Service @myHyundai yang sebelumnya tersedia, myHyundai Indonesia versi terbaru kini memiliki fitur utama: Exclusive Benefits for You yang dapat diakses oleh anggota myHyundai Indonesia.

Terdapat Member Benefits dan Car Rewards, yang dikurasi dalam kolaborasi dengan sejumlah mitra terkemuka. Selain itu, adanya layanan One-Stop Hyundai untuk berbagai layanan terkait mobil, dan kapabilitas untuk memberikan informasi langsung terkait status kendaraan Hyundai yang terhubung dengan Bluelink.

Integrasi akun Hyundai ONE ID pada myHyundai Indonesia versi terbaru akan memudahkan akses pengguna ke dalam ekosistem layanan Hyundai. Kini pelanggan Hyundai bisa masuk ke aplikasi secara mudah dengan melakukan migrasi akun, baik itu dari aplikasi myHyundai versi sebelumnya, Hyundai Bluelink, ataupun layanan Click to Buy.

Banyak mitra yang berkolaborasi

Untuk informasi terbaru, cukup akses What’s Going On? untuk mempermudah pengguna mendapatkan informasi terbaru Hyundai maupun mitra yang bekerjasama dengan myHyundai Indonesia. Ragam layanan Hyundai dapat ditemukan dalam menu One-Stop Hyundai yang mencakup informasi terkait kendaraan yang terdaftar di My Car, keberadaan EV Charging Station terdekat, servis dan aksesoris, Hyundai Finance, book test drive, hingga melakukan pembelian mobil Hyundai.

Aplikasi versi terbaru kini menawarkan skema membership dengan manfaat yang lebih istimewa sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan konsumen. Adapun membership level di myHyundai Indonesia dimulai dari White, Blue, Blue+, hingga Signature.

Aplikasi myHyundai Indonesia versi terbaru kini hadir dengan UI/UX terbaru yang lebih segar dan user-friendly. Konsumen di seluruh Indonesia sudah bisa download dan upgrade myHyundai Indonesia secara gratis di Google Play Store dan App Store.

Hyundai Kirim Anak Bangsa Masuk ke Program Magang Global

Hyundai berkomitmen untuk selalu mengembangkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Oleh karenanya, Hyundai melalui Hyundai Motor ASEAN Headquarters, menyelenggarakan Hyundai Global Internship Program untuk para mahasiswa Indonesia yang bertalenta. Program magang global ini berlangsung selama empat pekan di Hyundai Motor Company di Seoul, Korea Selatan.

Hyundai Global Internship Program dihadirkan untuk para mahasiswa yang ingin mengembangkan keterampilan dan wawasan mereka terkait sektor otomotif hingga pengalaman kerja pada skala global. Upaya ini menjadi bukti komitmen Hyundai untuk memberi nilai tambah di setiap kegiatan operasionalnya, khususnya dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Lingkungan kerja multikultural dan dinamis

“Kami senang dapat membuka peluang bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk mengikuti Hyundai Global Internship Program. Kami harap program ini dapat memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengembangkan ekosistem industri otomotif hingga membantu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Youngtack Lee, selaku President of Hyundai Motor ASEAN HQ.

Program magang global dari Hyundai ini mencakup berbagai bidang, seperti marketing, sales, product, after-sales (service), procurement, serta research and development. Di setiap bidang, peserta magang akan mendapat bantuan langsung dari para profesional Hyundai untuk mendapatkan pengalaman kerja yang utuh. Para peserta juga berkesempatan untuk merasakan lingkungan kerja yang dinamis dan multikultural, melalui berbagai aktivitas selama program.

Program ini rencananya digelar setiap tahun

Lebih dari 250 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Hyundai Global Internship Program. Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil lolos seleksi dan terpilih untuk mengikuti program magang global dari Juli hingga Agustus 2023.

Hyundai Motor ASEAN Headquarters berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan Hyundai Global Internship Program, yang rencananya akan diadakan setiap tahun. Selain untuk Indonesia, program magang ini juga akan dilaksanakan untuk Filipina dan Thailand di tahun berikutnya.

“Kami harap, program magang global ini dapat membuka jalan bagi talenta muda Indonesia dalam menggapai mimpinya dan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat semakin bersaing di kancah dunia,” imbuh Youngtack Lee.

All new Hyundai Santa Fe

Hyundai Santa Fe 2024 Tampil Beda dan Kontroversial

Satu model SUV yang saat ini sedang membuat penasaran banyak orang adalah Hyundai Santa Fe. Generasi terbaru untuk model tahun 2024 dikabarkan bakal diluncurkan Agustus mendatang. Sejauh mana Hyundai melakukan perubahan pada Santa Fe?

Santa Fe generasi keempat muncul pertamakali pada tahun 2018 silam. Namun masa-masa sulit yang dilalui oleh Hyundai Motors hingga tahun 2022 membuat mid-size SUV Santa Fe hanya mengalami facelift ringan.

Model terakhir dari generasi keempat yang saat imi dipasarkan gaya tampilan desainnya masih bernuansa Hyundai Kona dan Creta. Namun untuk gen-5, tampilan dan bentuk body telah berubah drastis. Kami sampai harus melihat dua kali untuk memastikan ini adalah Santa Fe.

Dari foto teaser yang diunggah oleh pihak pabrikan, body Santa Fe generasi terbaru terlihat lebih besar dan kotak serta kekar. Tidak ada tanda-tanda desain Hyundai di mobil ini. Wajar kalau akhirnya ada yang berpendapat tampilan Santa Fe gen-5 kental dengan nuansa LR Defender dan Lexus GX terbaru

Ciri Khas Tetap Ada

Pada tampilan eksterior, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini cukup cerdik dalam mengemas dan ‘menyisipkan’ identitas brand mereka yakni inisial huruf H. Salah satu contohnya yakni pada desain headlamp dan lampu DRL yang kini sepintas terlihat menyerupai huruf-H. Demikian pula pada area bagian bawah grille.

Tak hanya tampilan wajah, khususnya desain grille yang berubah lebih kekar. Tampilan pada bagian belakang pun berubah drastis, terutama desain kaca, bumper dan lampu.

Desain fender dan ruang roda yang lebih tegas dan kekar sangat serasi dengan velg baru berukuran 21-inci yang dibekalkan.

“All-new Santa Fe merupakan SUV yang tak hanya menjadi kendaraan harian dalam kota, tapi juga dapat diajak berpetualang,” papar SangYup Lee, Head of Hyundai Global Design Center.

Meski kami kurang sreg dengan bentuk buritan, tapi gaya eksterior Santa Fe kini memang lebih menegaskan karakternya sebagai SUV untuk berpetualang. Bagai versi mini dari Hyundai Palisade bukan?

Tampilan Interior Lebih Mewah

Ubahan desain pada generasi baru Santa Fe pun merambah area interior. Karakter huruf-H sebagai identitas brand Hyundai pun diselipkan pada tampilan layout dashboard.

Ubahan paling terlihat yakni layar digital 12.3-inci sistem infotaintment dan panel instrumen di balik setir yang melengkung dan seolah menyatu. Gaya desain panel layar dashboard model melengkung nampaknya tengah jadi trend.

Kemasan interior seperti jok, panel pintu dan plafon pun kini tampil dengan warna lebih cerah. Ornamen kayu dan kulit Nappa yang digunakan pun kian memberi kesan elegan dan mewah pada tampilan interior.

Meski tak diungkap secara detail, kabin Santa Fe kini tak hanya kian lapang. Kapasitas kargonya pun kini jauh lebih besar. Terlebih saat bangku baris kedua dan ketiga terlipat.

Opsi Mesin Akankah Berubah?

Untuk sektor performa yakni opsi mesin yang dibekalkan, Hyundai masih merahasiakan daftarnya.

Akan tetapi emblem “2.5T” yang menempel di bagian belakang mengindikasikan bahwa Santa Fe masih mengusung mesin bensin 4-silinder turbo 2.5-liter. Namun entah apakah output tenaganya tetap 277 hp atau mengalami perubahan.

Santa Fe untuk kawasan Amerika Serikat dan Kanada diprediksi bakal tersedia varian hybrid. Sementara varian hybrid ringan bermesin 1.6-liter turbo T-GDi dan varian plug-in hybrid kemungkinan bakal beredar untuk pasar Eropa.

Yang membuat penasaran yakni emblem “HTRAC” yang tersemat di bagian belakang. Santa Fe bermesin 2.5-liter nampaknya akan dibekali penggerak AWD-HTRAC (Hyundai TRACtion All Wheel Drive) seperti Palisade.

Hyundai Santa Fe di Indonesia cukup populer dan diminati konsumen kelas menengah atas. Santa Fe model tahun 2023 saat ini dipasarkan mulai dari Rp 575,2 juta untuk varian dasar 2.5 6AT Style bermesin bensin. Spek teratas yang bermesin diesel yakni 2.2 8DCT Signature dibanderol Rp 736,8 juta (harga on the road).

Kami amini jika desain Santa Fe kini tampil beda dan terlihat lebih ‘radikal’. Ya, seperti apa yang digambarkan oleh pihak pabrikan.

Desain mobil Hyundai termasuk Santa Fe beberapa tahun ini mengalami perubahan drastis dan tak kalah dari brand kompetitor asal Eropa. Maka tak heran jika SangYup Lee, Head of Hyundai Global Design Center tahun ini meraih predikat sebagai World Car Person 2023.

Penasaran ingin melihat wujud lengkap dari Santa Fe terbaru? Kita tunggu launching resminya bulan Agustus mendatang.

 

Hyundai Stargazer facelift akan segera hadir.

Hyundai New Stargazer Siap Hadir Minggu Depan

Saat sedang berdiskusi membahas pesaing Mitsubishi Xpander dengan pihak MMKSI, entah kenapa tiba-tiba datang undangan ke redaksi, isinya mengundang untuk meliput peluncuran Hyundai New Stargazer. Catat, New Stargazer. Peluncurannya dilakukan di Hyundai Driving Experience, Jakarta.

Selain itu, pada undangan tersebut juga tertera varian baru bernama Stargazer Essential. Sempat terlintas inikah yang dimaksud dengan Stargazer ‘Cross’ yang sempat ramai beberapa waktu lalu? Tapi sepertinya tidak. Mobil itu akan meluncur di GIIAS 2023, bukan sebelumnya.

Hyundai Stargazer 2022

Kemungkinan Essential adalah pengganti nama salah satu varian yang sudah ada. Tentunya dengan berbagai peningkatan. Dari penelusuran kami, beberapa varian akan mengalami peningkatan fitur. Perubahan paras dan kemampuan teknis masih kecil kemungkinannya. Makanya Stargazer baru ini diperkenalkan di properti Hyundai, bukan tempat yang lebih mentereng.

Perubahan meliputi hal kosmetis di eksterior seperti grill, lampu LED untuk semua varian, start-stop button untuk varian selain Prime serta sedikit desainn ulang untuk dashboard yang dikatakan akan lebih rendah. Hal ini akan bermanfaat untuk visibilitas berkendara.

Hyundai Stargazer Active 2023 beda pelek

Saat ini, Hyundai Stargazer dipasarkan dalam empat varian. Paling tinggi adalah Stargazer Prime dengan harga Rp 311 jutaan di DKI. Kemudian di bawahnya ada Style seharga Rp 300 jutaan. Setingkat ke bawah, ada Stargazer trend yang tersedia dalam opsi transmisi manual (Rp 267 jutaan) dan IVT seharga Rp 280 jutaan.

Paling bawah, yang juga jadi varian favorit kami dengan kelengkapannya, adalah Stargazer Active. Untuk versi manual dihargai Rp 247 jutaan. Sedangkan Active dengan IVT Rp 260 juta. Sekali lagi, ini harga untuk wilayah DKI.

Layanan Connected Car Service Hyundai Motor Group Raih 10 Juta Pengguna

Layanan Connected Car Service milik Hyundai Motor Group sukses mencapai 10 juta pengguna secara global pada bulan ini. Pencapaian ini direngkuh hanya dalam waktu 1 tahun 10 bulan setelah meraih 5 juta pengguna pada Agustus 2021 lalu. Pertumbuhan secara signifikan ini dikatakan mendukung percepatan strategi Hyundai Motor Group menuju Software-Defined Vehicle (SDV).

Apakah itu Connected Car Service?

Connected car service mengandalkan jaringan nirkabel untuk mengaktifkan sistem infotainment di kendaraan dan aplikasi smartphone untuk akses kepada kendaraan. Layanan ini berkembang pesat dengan menawarkan fungsi dasar seperti navigasi real-time, voice recognition dan remote vehicle control.

Selain itu juga menghadirkan fitur inovatif seperti over-the-air (OTA) updates, pembayaran di dalam kendaraan, serta streaming audio dan video. Adapun Hyundai Motor, Kia, dan Genesis saat ini telah menyematkan Bluelink, Kia Connect, dan Genesis Connected services di kendaraannya.

Teknologi ini pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan 2003 silam dan terus berkembang ke pasar global. Layanan tersebut pertama kali berekspansi menuju Amerika Serikat pada Juni 2011, disusul Cina, Eropa, India, dan Singapura. Kini, telah berkembang di lebih dari 50 negara.

Berkembang Pesat

Jumlah pengguna secara global mencapai 1 juta pada Mei 2018, kemudian 5 juta pada Agustus 2021, 8 juta pada Oktober 2022, dan 10 juta di bulan ini. Dengan semakin luasnya pasar global untuk layanan ini, justru jumlah pengguna di luar Korea Selatan pun tumbuh lebih cepat.

Dengan tren pertumbuhan ini, Hyundai Motor Group memprediksi akan mencapai 20 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk Korea Selatan pada akhir 2026 mendatang.

Tak hanya itu, Hyundai Motor Group berencana mengekspansi connected car service ke pasar Asia Tenggara dengan memperkuat kolaborasi bersama penyedia layanan kenamaan di dunia.

Hyundai Motor Group juga tengah mengembangkan software dan perangkat-perangkat terkait berdasarkan perspektif user experience yang holistik. Dengan begitu, perangkat terkait dapat terhubung dengan berbagai layanan untuk menciptakan ekosistem mobilitas baru. Dari perspektif itu pula, data mobilitas yang kaya dan artificial intelligence (AI) akan memahami pengguna untuk memberikan pengalaman yang terkoneksi dengan natural.

Lebih lanjut, connected car service akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi Hyundai Motor Group terhadap transisi ke sistem SDV. Berdasarkan arsitektur domain-centralized, Hyundai Motor Group fokus mengintegrasikan kontrol kendaraan pada empat domain, yaitu kelistrikan dan kenyamanan, performa berkendara, infotainment, dan advanced driver assistance system (ADAS).

 

Hyundai SOnata 2024

Mungkinkah Hyundai Sonata Jadi Senjata Hyundai di Indonesia?

Pameran otomotif Gaikindo-Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 akan segera dihelat di ICE BSD, Tangerang Selatan pada Agustus mendatang. Sejumlah brand otomotif telah mulai menebar bocoran mobil apa saja yang bakal mereka boyong. Mulai dari sekadar facelift hingga model yang benar-benar baru.

Salah satu brand otomotif yang saat ini tengah digandrungi adalah Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan ini berhasil melakukan gebrakan di pasar otomotif Indonesia. Ya, langkah penetrasi pasar yang dilakukan kali ini terbilang sukses berkat sederet produk yang berhasil menyedot minat beli konsumen. Sebut saja mulai dari Creta, Ioniq 5 yang fenomenal hingga Stargazer. Bagaimana dengan segmen pasar sedan?

Di tengah gencarnya gempuran beraneka produk city car dan SUV serta MPV, pangsa pasar sedan di Tanah Air mungkin grafiknya terbilang cukup ‘lurus’. Tidak semenarik SUV atau MPV. Namun bukan berarti peminatnya kosong sama sekali. 

Kalangan eksekutif masih perlu mobil seperti ini. Saat ini, kelas sedan menengah ke atas diisi oleh merek seperti Honda Accord, Toyota Camry, Mazda 6 Sedan serta rombongan BMW dan Mercedes-Benz. Hyundai? Mewakili pabrikan Korea Selatan, mereka punya produk yang bisa bersaing paling tidak dengan Camry dan Accord. 

Salah satu produk Hyundai di segmen sedan adalah Sonata. Versi terbaru model tahun 2024 sedan kelas premium ini telah diperkenalkan di Seoul, Korea Selatan pada akhir Maret lalu. Tahun lalu sempat tersiar kabar bahwa Sonata akan stop produksi, namun nyatanya tidak.

Kemunculannya berhasil memukau tak hanya konsumen di dalam negeri Korea Selatan, tapi juga para pecinta Hyundai di berbagai negara. Nah, apakah Hyundai bakal segera memboyong Sonata terbaru ini ke Indonesia?

Hyundai Sonata, Sedan Berwajah Supercar

Wajah baru Sonata sangat kental dengan filosofi desain Hyundai, yakni Sensuous Sportiness. Lekuk bodinya yang bergaya coupe terlihat sexy.

Bagian depan yang rendah dihiasi dengan grille lebar serta strip lampu LED Seamless Horizon Lamp yang melebar seolah tak terputus dari ujung ke ujung. Headlamp seolah tersembunyi pada frame yang menyerupai ventilasi udara berukuran besar pada bumper depan. Sonata menjelma menjadi sedan sport bergaya Eropa dengan wajah yang mirip supercar.

Pasar sedan di Indonesia memang flat. Tapi Hyundai Sonata bisa jadi andalan Hyundai di sini.

Pada bagian buritan yang bergaya fastback dihiasi lampu strip model serupa plus lampu rem dan sein berbentuk huruf H. Di balik bumper belakang tersembul 4 laras knalpot bergaya sport.

Interior Hightech

Tampilan interiornya yang semi futuristik dan hightech memadukan karakter sporty dari Kona dengan nuansa kemewahan seperti halnya Hyundai Ioniq 6.

Dashboard dihiasi layar sentuh digital 12.3 inci penampil fitur infotaintment plus panel instrument yang berukuran sama di balik kemudi. Desainnya mirip dengan Curved Display BMW.

Teknologi shift-by-wire yang dibekalkan memudahkan oper naik-turun gigi transmisi via selektor pada kemudi yang mirip supercar.

Sistem audio yang dibekalkan pun cukup menggugah, Bose Sound System dengan 12 speaker.

Sport Atau Hybrid?

Untuk mengakomodir selera konsumen, Hyundai Sonata hadir dalam varian standar serta N-Line bagi yang menginginkan karakter sport jauh lebih kental.

Hyundai Sonata N Line, untuk yang suka sedan sporty.

Untuk penyuka karakter sporty, tersedia varian N-Line yang dibekali mesin 2.5-liter turbo bertenaga 290 hp dengan torsi maksimum 422 Nm. Penyaluran daya ke roda dipercayakan pada transmisi automatic 8-speed dual-clutch.

Hyundai Sonata 2024, pesaing Honda Accord dan Camry.

Varian lainnya yakni Sonata Hybrid yang dibekali mesin 2.0-liter hybrid bertenaga 195 hp. Sedangkan untuk variant dasar dibekali mesin 2.5-liter non-turbo bertenaga 191 hp.

Jika saja Hyundai benar-benar memboyong sedan Sonata ke Indonesia…

Komitmen Hyundai Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik

Hyundai belum lama mendirikan pabrik battery system di wilayah Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini diharapkan akan membantu perusahaan mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang ditentukan untuk kendaraan listrik. Lebih lanjut, Hyundai pun telah berkomitmen dalam memusatkan kegiatan produksi kendaraan listriknya di dalam negeri yang diwujudkan dengan memproduksi Ioniq 5 di fasilitas PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

Lebih lanjut, dengan proses konstruksi pabrik battery system yang akan selesai pada tahun depan, Hyundai akan dapat segera menghadirkan rantai pasok kendaraan listrik yang lengkap. Produksi battery system dan sel baterai akan melengkapi kegiatan manufaktur kendaraan listrik Hyundai di Indonesia yang telah beroperasi sejak Maret 2022.

Turut mendorong elektrifikasi 

Sederet inisiatif dari Hyundai sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mewujudkan peta jalan ekosistem kendaraan listrik, termasuk untuk menjadi pemain kunci di industri kendaraan listrik global. Indonesia sendiri didukung dengan sumber daya melimpah untuk terus mengakselerasi perluasan pasar dan ekosistem kendaraan listrik.

Lebih lanjut, pemerintah juga berencana untuk mempertahankan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 0 persen untuk BEV buatan Indonesia begitu ekosistem kendaraan listrik telah lengkap. Di sisi lain, nantinya akan ada peningkatan PPnBM untuk hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

“Hyundai akan terus memperkuat komitmennya untuk mendorong elektrifikasi di industri otomotif Indonesia secara berkelanjutan, termasuk melanjutkan dukungan penuh kami terhadap pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan mematuhi berbagai regulasi dan kebijakan yang diterapkan,” ungkap Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia, beberapa saat silam.

Sudah siap lebih dari 200 titik charging station

Oleh karenanya, Hyundai, berbekal ekosistem yang semakin komprehensif, akan terus memperkuat fokusnya dalam menghadirkan lini BEV terdepan yang dapat memberikan manfaat lebih bagi konsumen. Dalam memajukan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hyundai Motors Indonesia menyediakan jaringan charging station di lebih dari 200 titik di Indonesia.

Hyundai juga telah meluncurkan Ultra Fast Charging Station tercepat di Indonesia yang berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta. Ke depan, Hyundai Motors Indonesia akan terus memperluas jaringan charging station ke lebih banyak wilayah untuk mempermudah pengisian daya kendaraan listrik bagi pengguna.

Hyundai Mulai Dirikan Fasilitas Hyundai Energy Indonesia

Hari ini (31/05/2023) Hyundai Energy Indonesia (HEI), anak perusahaan dari Hyundai Motor Group, secara resmi mengumumkan dimulainya pembangunan pabrik battery system Hyundai pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dibangun sebagai hasil kolaborasi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dengan Hyundai Mobis, fasilitas ini akan mendukung Indonesia untuk menjadi hub kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Dana sebesar US$ 60 juta (sekitar 900 miliar rupiah) digelontorkan pada pembangunan pabrik ini. Fasilitas HEI ini akan memulai produksi masal pada paruh pertama tahun 2024 nanti. Didirikannya pabrik battery system ini bertujuan memastikan pasokan baterai kendaraan listrik yang stabil untuk mobil listrik bertenaga baterai atau battery electric vehicle (BEV) Hyundai.

Adanya fasilitas HEI sekaligus menegaskan komitmen Hyundai dalam membangun ekosistem mobil listrik di Indonesia. Oleh karenanya, Hyundai dapat secara konsisten mendukung industri dan ekosistem mobil listrik Tanah Air dalam mengembangkan kapabilitas industri komponen otomotif Indonesia, khususnya di segmen kendaraan listrik.

“Pembangunan pabrik battery system ini semakin menegaskan komitmen Hyundai dalam memimpin elektrifikasi di industri otomotif Indonesia. Investasi yang diputuskan sudah melalui pertimbangan matang dan terukur dari prinsipal global Hyundai, untuk memastikan kapabilitas fasilitas tersebut dalam mendukung rantai pasok kendaraan listrik secara maksimal,” jelas Chang Oug Hong, President Director Hyundai Energy Indonesia.

Dalam mendirikan Hyundai Energy Indonesia, Hyundai Motor Group telah mengatur seluruh kegiatan produksi di fasilitas terkait. Hyundai Motor Group juga telah melibatkan Hyundai Mobis, perusahaan elektrifikasi industri otomotif global, untuk mendukung sistem EV PE (Power Electric). Nantinya, di atas lahan seluas 32.188 meter persegi, pabrik ini akan memproduksi battery system untuk dipasok ke model-model BEV buatan Indonesia yang diharapkan dapat dirilis di pasar Asia Tenggara pada 2024.

Gandeng LG Energy Solution

Komponen tersebut nantinya akan dioptimalkan dengan dua jenis sel baterai, yaitu kapasitas standar dan kapasitas besar untuk jarak tempuh yang lebih jauh. Lebih lanjut, Hyundai melalui Hyundai Motor Group juga akan memproduksi sel baterai tersebut di Indonesia lewat joint venture dengan LG Energy Solution dalam pembangunan pabrik sel baterai di Karawang, Jawa Barat.

Lokasinya yang berdekatan dengan fasilitas perakitan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan pabrik sel baterai, kehadiran pabrik battery system ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan rantai pasok. Dengan begitu, kehadiran tiga fasilitas Hyundai ini diharapkan dapat mendorong Indonesia untuk menjadi hub kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Lebih Dekat Dengan Platform E-GMP Hyundai

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu perusahaan dengan inovasi mobil listrik terbesar di dunia. Di Tanah Air, Hyundai menjadi salah satu pemain terbesar dalam pasar mobil listrik dengan Hyundai Ioniq, Hyundai Kona Electric, dan Hyundai Ioniq 5.

Sebagai salah satu pencipta mobil listrik terkemuka, maka Hyundai tidak pernah lelah untuk berinovasi, salah satunya adalah dengan platform Electric Global Module Platform atau E-GMP. Ini merupakan platform yang digunakan Hyundai dalam mengembangkan mobil listriknya.

Mempermudah proses produksi

Dengan satu platform utama, maka bisa menghasilkan beberapa model mobil listrik yang berkualitas secara sekaligus. Cukup dengan melakukan perubahan sedikit pada platform, misalnya mengubah panjang dan wheelbase, maka platform E-GMP tersebut mampu mengakomodir beberapa model bodi sekaligus.

Hal tersebut akan mempermudah proses produksi dan pengembangan, sehingga konsumen Hyundai bisa menikmati mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau. E-GMP juga bertujuan untuk membuat kendaraan elektrik dari Hyundai lebih aman, stabil, serta dapat diandalkan oleh penggunanya.

Dengan E-GMP, maka mobil listrik Hyundai bisa memiliki performa yang luar biasa. Misalnya jarak tempuh hingga mendekati 500 km dengan sekali pengisian daya, pengisian daya dengan cepat karena sistem Fast Charging 400V atau 800V.

Aspek keselamatan berkendara juga didapat melalui chassis dengan titik gravitasi yang rendah. Platform ini sendiri sudah mulai digunakan pada model Hyundai baik pasar lokal maupun internasional, misalnya Hyundai Ioniq 5.

Buffer baterai yang tersembunyi

Selain platform E-GMP, baterai pada mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5 menjadi komponen yang sangat penting. Sudah jelas bahwa baterai adalah sumber tenaga kendaraan tersebut. Kondisi baterai pun harus diperhatikan dan dirancang seawet mungkin. Karena bila terjadi malfungsi, jarak tempuh dari mobil bisa berkurang atau bahkan membuat mobil gagal beroperasi.

Salah satu cara engineer Hyundai memaksimalkan masa hidup baterai mobil listrik adalah dengan menggunakan buffer tersembunyi pada baterai tersebut. Konsep dari buffer tersembunyi adalah baterai tidak diutilisasikan sepenuhnya. Sehingga, ketika baterai berada pada posisi 100 persen, secara fisik sebenarnya bisa menampung lebih. Begitu juga ketika 0 persen, selalu disiapkan daya cadangan yang tidak akan keluar.

Hal ini karena baterai lithium-ion yang digunakan akan menurun kualitasnya ketika mengalami siklus 0 dan 100 secara terus menerus. Dengan adanya buffer ini, maka baterai akan lebih aman dan lebih tahan lama. Sehingga, konsumen pun tidak perlu khawatir saat menggunakan mobil listrik dari buatan Hyundai.

Hyundai N Vision 74 Concept Hipnotis Pengunjung Villa D’Este

Kontes dan pameran mobil klasik Concorso d’Eleganza Villa d’Este tahun ini sedikit berbeda dari biasanya. Event yang berlangsung di tepi danau Como, di Tivoli, Italia tahun ini turut dimeriahkan oleh penampilan Hyundai N Vision 74 Concept yang berhasil menghipnotis pengunjung.

Konsep sportscar bergaya retro-futuristik ini tak tampil sendirian. Hyundai Pony Coupe Concept, hasil rancangan Giorgetto Giugiaro di tahun 1974 turut disandingkan bersama N Vision 74 Concept.

Siapa Bilang Mobil Listrik Tak Bisa Tampil Mempesona?

Mobil listrik tak selalu harus tampil dengan wajah kaku bagai robot. Hyundai mengemas mobil ini tak hanya sebagai demonstrator teknologi, namun juga desain. Sebuah konsep rancang bangun mobil sport masa depan yang mengusung visi ‘sustainable high-performance mobility’ alias mobilitas performa tinggi yang berkelanjutan.

Tampilan desain eksteriornya terlihat begitu indah. Hyundai Pony Coupe Concept ’74 begitu kental menginspirasi penciptaan N Vision 74 Concept. Bagaikan kelahiran kembali dari Pony Coupe Concept yang berhibernasi selama hampir 5 dekade. Sistem penggerak bertenaga listrik yang dibekalkan adalah wujud dari visi masa depan Hyundai dalam menuju era elektrifikasi.

Mobil berteknologi ramah lingkungan ini dilengkapi sepasang motor listrik penggerak. Output daya gabungan yang dihasilkan sebesar 500 kW atau setara 670 hp. Torsi maksimumnya pun cukup besar yakni 900 Nm.

Sumber daya listrik dari baterai berkapasitas daya 62.4 kWh dipadukan dengan sel bahan bakar hidrogen yang ditampung dalam dua buah tangki. Hanya butuh waktu 5 menit untuk melakukan pengisian ulang tangki hidrogen.

Sengaja ditampilkan di event prestisius

Jarak jelajahnya pun cukup jauh yakni 600 km. Melampaui kemampuan jelajah mobil listrik yang saat ini beredar di pasaran. Rata-rata hanya mampu menjelajah dengan kisaran jarak tempuh 300-400 km.

“Sebuah kehormatan bagi Hyundai dapat menampilkan N Vision 74 Concept pada ajang Concorso d’Eleganza Villa d’Este di Italia. Event otomotif yang prestisius dan sangat berkelas,” papar SangYup Lee, Vice President and Head of Hyundai Motor Design Center.

Ya, event Concorso d’Eleganza Villa d’Este adalah barometer mobil kelas ‘dewa’ yang didominasi oleh produk lansiran pabrikan Amerika Serikat dan Eropa. Dengan tampilnya Hyundai N Vision 74 Concept, maka karya desain dari brand otomotif asal benua Asia tak lagi dapat dipandang sebelah mata.

Seperti halnya Pony Coupe Concept 1974 yang menjadi gambaran cita-cita Hyundai dalam melahirkan sebuah sportscar. Demikian pula dengan N Vision 74 Concept, inilah gambaran sports car Hyundai di masa depan.

Pasar Mobil EV Makin Ramai

Perhelatan pameran kendaraan listrik PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2023 tinggal menunggu hari. Event yang diselenggarakan oleh Persatuan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) ini sedianya berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 17-23 Mei 2023 mendatang. Kendaraan bebas emisi yang ramah lingkungan saat ini mulai banyak diminati masyarakat Indonesia. Yang tengah menjadi trend yakni mobil listrik (EV). Cukup banyak ragam model yang dipasarkan oleh sejumlah pabrikan otomotif baik dari Asia maupun Eropa. Bahkan ada yang telah diproduksi di Tanah Air.

Rentang harga dan target segmen peminatnya pun sangat bervariasi. Bagi konsumen kelas menengah atas tersedia sejumlah model dengan harga di bawah Rp 500 jutaan. Sementara untuk kalangan yang mengutamakan prestis dan fitur teknologi lengkap, harganya mencapai miliaran rupiah.

Nah, mobil listrik apa saja yang saat ini tengah beredar di pasaran dan juga bakal tampil di event PEVS 2023?

Esemka Bima EV

Esemka merupakan brand dalam negeri yang baru saja memamerkan produk mobil listrik mereka yakni Bima EV di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang baru saja berlangsung beberapa bulan lalu.

PT Solo Manufaktur Kreasi selaku APM yang berpusat di kota Surakarta, Jawa Tengah ini memasarkan Bima EV dalam dua model yakni kargo minivan dan minibus.

Bima EV memiliki dimensi (P×L×T) 4.495 mm × 1.680 mm × 1.990 mm, dengan jarak sumbu roda 2.925 mm.

Motor listrik pengerak yang dibekalkan memiliki output daya 75 kW atau setara 100 hp dengan torsi maksimum 165 Nm. Teknologi baterai Ternary Lithium-Ion yang memasok daya listrik memiliki kapasitas daya 49,1 kWh. Mobil ini digadang mampu menempuh jarak hingga 300 km.

Untuk saat ini Bima EV dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 530 juta untuk model kargo minivan dan Rp 540 juta untuk model minibus.

DFSK Gelora E

Brand asal Negeri Tirai Bambu, DFSK tak hanya memasarkan mobil listrik Gelora E untuk kebutuhan komersial. Varian mobil penumpang dari DFSK Gelora E juga cocok dijadikan sebagai mobil keluarga. Meskipun tampilan mobil listrik berbody minibus ini sederhana dan terkesan jadul, namun kabinnya cukup lapang.

Berbekal motor listrik penggerak berjenis Permanent Magnet Synchronous Motor berdaya 60 kWh plus baterai lithium-ion berdaya 42 kWh, jarak jelajahnya mampu mencapai 300 km. Pengisian daya baterai 20-80% menggunakan fast charger hanya butuh waktu 80 menit. DFSK Gelora E saat ini telah diproduksi di Indonesia. Berikut daftar variannya.

Gelora E Blind Van = Rp350 juta
Gelora E Mini Bus = Rp399 juta

Wuling Air EV

Mobil listrik dari brand asal Tiongkok, Wuling ini merupakan salah satu best seller di Indonesia. Body mungil berpenampilan futuristik dan harganya yang sangat terjangkau membuat Wuling Air EV laris manis. Meskipun mungil, kabinnya sanggup memuat empat penumpang dewasa.

Dimensi yang kompak membuat mobil ini mudah diparkir dan melintasi ruas jalan yang relatif sempit. Sangat cocok untuk di perkotaan. Pada event PEVS 2023 mendatang Wuling Air EV bakal hadir versi modifikasinya.

Wuling Air EV dibekali motor listrik berdaya 30 kW dengan transmisi Single Reduction Gear. Tersedia dua pilihan daya baterai, yakni 17,3 kWh dengan jarak jelajah 200 km dan 26,7 kWh yang mampu menjelajah hingga 300 km.

Ada dua pilihan varian; Air EV Standard Range (Rp 243 juta) dan Air EV Long Range (Rp 299,5 juta)

Nissan LEAF

Produk dari brand otomotif asal Jepang, Nissan ini merupakan salah satu pelopor mobil bertenaga listrik.

Fitur teknologi berkendara yang dibekalkan pun terbilang canggih. Mulai dari Forward Collision Warning (FCW), Forward Emergency Braking (FEB), Intelligent Trace Control (ITC), hingga Vehicle Dynamic Control (VDC).

Fitur yang cukup menarik pada LEAF yakni e-Pedal. Fungsi akselerator dan rem cukup dengan satu pedal. Caranya dengan mengurangi atau menambah tekanan pada pijakan pedal.

Dengan pasokan listrik dari baterai lithium-ion berdaya 40 kWh, Leaf mampu menempuh jarak lebih dari 300 km dalam sekali pengisian daya.

Di Indonesia, Nissan LEAF tersedia dalam varian warna One Tone dengan harga mulai dari Rp 728 juta dan Dual Tone yang dibanderol seharga Rp 730 juta.

BMW iX

Dari tanah Bavaria, Jerman hadir crossover BMW iX yang merupakan versi bertenaga listrik dari BMW X1 yang bermesin bensin.

Kemasan eksterior dan interior sporty plus fitur teknologi canggih membuat mobil ini digemari kaum muda yang telah cukup mapan taraf ekonominya.

BMW iX dibekali dengan motor listrik bertenaga 326 hp yabg dipadukan baterai berdaya 70 kWh.

Daya jelajahnya mampu mencapai 420 km. Pengisian ulang daya baterai menggunakan fast charger hanya butuh waktu 34 menit.

Di Indonesia, BMW iX hanya tersedia satu varian yang dijual dengan harga Rp 2,332 miliar.

Lexus UX 300e

Dari jajaran kelas premium terdapat Lexus UX 300e. Di kawasan ASEAN, Indonesia adalah negara pertama yang memasarkan mobil listrik Lexus UX 300e.

Mobil ini dibekali motor listrik pengerak bertenaga 201 hp dengan torsi 300 Nm yang dipadukan dengan baterai berkapasitas daya 54,35 kWh. Dengan sekali pengisian daya, jarak jelajahnya mampu mencapai 300 km.

Soal fitur keselamatan berkendara, jangan ditanya…sangat lengkap. Mulai dari Blind Spot Monitor, Panoramic Monitor hingga sistem keselamatan berkendara terpadu nan canggih, Lexus Safety System +. Sistem audio mewah Mark Levinson Surround Sound jadi pemanja telinga saat berkendara. Lexus UX300e dijual dengan harga Rp 1,245 miliar.

Toyota bZ4X

SUV bertenaga listrik yang diboyong ke Indonesia oleh PT Toyota Astra Motor selaku APM Toyota berhasil menyita perhatian publik Tanah Air. Platform baru e-TNGA yang digunakan khusus didedikasikan untuk mobil listrik. Tampilan dari bZ4X terlihat sporty dengan fitur berkendara yang lengkap jadi pemikat hati konsumen di Indonesia. Mobil ini bahkan digunakan sebagai kendaraan resmi pada KTT G20 di Bali tahun 2022 lalu dan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, NTT.

Toyota bZ4X dibekali oleh motor listrik berdaya 204 hp dengan torsi maksimum 266 Nm. Berbekal baterai berkapasitas daya 71,4 kWh, Toyota bZ4x dapat dikendarai hingga 500 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Fitur keselamatan berkendara terpadu TSS (Toyota Safety Sense) versi 3.0 jadi keunggulan tersendiri dari mobil ini. Fitur TSS meliputi Pre-Collision System with Pedestrian Detection, Lane Departure Alert with Steering Assist, Automatic High Beams, Lane Tracing Assist, Full-Speed Range Dynamic Radar Cruise Control, hingga Road Sign Assist.

Perihal harga jual, Toyota bZ4X dibanderol Rp1,190 miliar (on the road DKI Jakarta).

Citröen e-C4

Dari Perancis, brand Citröen menampilkan mobil listrik coupe crossover e-C4 yang ditujukan sebagai mobil harian keluarga.

Fitur berkendara berbasis teknologi Advanced Driving Assistant System (ADAS) yang diusung Citröen e-C4 tak kalah lengkap. Mulai dari Adaptive Cruise Control, City Stop, Traffic Sign Recognition, Blind Spot Detection, Active Lane Positioning Assist, hingga Driver Attention Alert.

Motor listrik berdaya 136 hp dengan torsi 300 Nm yang diusung membuat Citröen e-C4 mampu melaju hingga 150 km/jam. Berbekal baterai berdaya 50 kWh, crossover ini mampu menjelajah hingga 350 km. Harga jualnya yakni Rp1,2 miliar (on the road DKI Jakarta).

Hyundai IONIQ 5

Pabrikan otomotif asal Korea Selatan yang saat ini jadi sorotan dunia adalah Hyundai. Model mobil listrik IONIQ 5 yang begitu fenomenal langsung memikat hati para konsumen Tanah Air saat diluncurkan di Indonesia.

Mobil listrik yang telah diproduksi di Cikarang, Jawa Barat ini jadi yang terlaris di Indonesia dengan total penjualan lebih dari 1.000 unit. Varian trim Signature Long Range jadi yang paling diminati dan telah terjual sebanyak 560 unit.

Terdapat dua opsi baterai yang ditawarkan. Untuk varian Standard Range dibekali dengan baterai Lithium-Ion berdaya 58 kWh dengan daya jelajah hingga 348 km.

Sedangkan untuk varian Long Range baterai yang dibekalkan kapasitas dayanya lebih besar yakni 72,8 kWh. Jarak jelajahnya pun diklaim lebih jauh yakni di kisaran 451 – 481 km.

Di Indonesia, Hyundai IONIQ 5 hadir dalam empat pilihan varian:

Prime Standard Range : Rp 748 juta
Prime Long Range : Rp 789 juta
Signature Standard Range : Rp 809 juta
Signature Long Range : Rp 859 juta

Hyundai Kona Electric

Tak hanya IONIQ 5, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Hyundai di Indonesia juga memasarkan mobil listrik lainnya, Kona Electric. Mobil ini pun telah diproduksi di Cikarang, Jawa Barat.

Tampilan hatchback versi elektrik dari Hyundai Kona bermesin bensin inipun tak kalah keren. FItur berkendara yang dibekalkan pun tak kalah lengkap.

Berbekal baterai lithium-ion polymer dengan kapasitas 39,2 kWh, Hyundai Kona Electric digadang mampu menjelajah hingga 345 km dalam sekali pengisian daya penuh. Harga jual untuk model terbaru yakni Kona Electric Signature di angka Rp 750 juta (OTR DKI Jakarta)

MINI Electric

Brand otomotif MINI yang terkenal dengan model MINI Cooper turut meramaikan pasar mobil listrik di Indonesia dengan model MINI Electric. Mobil ini merupakan versi elektrik dari MINI Cooper.

Dengan tampilan desain yang tak kalah keren dari versi bemesin bensin, MINI Electric berhasil menggaet konsumen level premium di Tanah Air. Tak sekadar bebas emisi gas buang, MINI Electric menjadi bagian dari prestise gaya hidup kaum muda mapan.

Mobil ini dibekali motor listrik berdaya 135 kWh atau 184 hp dengan torsi maksimum 270 Nm.

Kecepatan maksimumnya mampu mencapai 150 km/jam. Pengendaraan mobil ini pun sangat nyaman seperti halnya MINI Cooper.

Berbekal baterai berdaya 32,6 kWh, jarak tempuhnya mampu mencapai 232 km. Pengisian ulang daya baterai mobil ini dapat dilakukan di rumah atau stasiun pengisian baterai kendaraan listrik umum.

MINI Electric (standar) dibanderol seharga Rp 1,046 miliar. Sedangkan untuk Mini Electric Collection label harganya Rp1,1 miliar. (Harga OTR DKI Jakarta).

MG4 EV

MG siap menampilkan teknologi dan desain terbarunya dengan MG4 EV. Mobil ini dilengkapi
dengan fitur dan spesifikasi yang mengesankan seperti baterai berkapasitas tinggi, jarak tempuh luar biasa,
dan fitur keselamatan yang canggih.

MG4 EV dirancang menggunakan teknologi baterai terbaru, Rubik’s Cube, yang dibangun pada Modular Scalable Platform. Teknologi-teknologi canggih menghasilkan performa yang luar biasa dimana MG4 EV dapat meraih kecepatan 0-100 km/jam dalam 7,7 detik, namun tetap memiliki tingkat efisiensi listrik yang tinggi. Selain performa, MG4 EV juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengendaranya dengan fitur V2L-nya (Vehicle to Load) yang memungkinkan pengendara untuk menggunakan peralatan sehari hari yang ditenagai langsung oleh MG4 EV.

Berkat teknologi baterai terbaru dari MG, MG4 EV dapat menempuh jarak 425 km dalam sekali pengisian daya. Tidak hanya itu, para pengguna MG4 EV tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya karena cukup dengan waktu 35 menit saja MG4 EV dapat terisi sampai 80%.

Dalam kabin MG4 EV hadir desain interior yang futuristik menggunakan bahan-bahan premium dan juga infotainment display dengan layar berukuran 10,25 inci yang sudah terintegrasi dengan konektivitas Apple Carplay dan Android Auto dan juga fitur wireless charging.

Fitur yang juga menjadi keunggulan MG4 EV yaitu teknologi Lifestyle Charger atau yang biasa dikenal dengan V2L (Vehicle to Load). Teknologi ini memungkinkan MG4 EV untuk menghasilkan daya listrik dan membagikannya ke perangkat atau peralatan listrik lain di luar mobil untuk mengisi daya listrik smartphone, mesin kopi, skuter listrik, pemanas air, dan sebagainya.

Hyundai N Vision

Hyundai N Vision 74 Mulai Masuk Jalur Produksi

Masih ingat Hyundai N Vision 74? Mobil konsep ini dikabarkan sudah mulai diproduksi di pabrik Hyundai. Pabrikan Korea Selatan tersebut akan memperkenalkan N Vision 74 pada 27 Mei mendatang, bertepatan dengan “Pony Day” di studio Hyundai.

Menurut situs seetempat, Money Today, mobil tersebut akan dinamai Pony Coupe, mengacu pada mobil konsep Pony Coupe concept yang lahir pada tahun 1974, didesain oleh Giorgetto Giugario.

Hyundai Pony Coupe

Untuk saat ini, informasi yang tersedia masih terbatas. Sebagai contoh, belum diketahui apakah Pony Coupe ini akan mengandalkan bahan bakar hidrogen seperti yang ada pada N Vision 74. Tidak menutup kemungkinan juga Hyundai akan memberikan penggerak listrik sepenuhnya.

Hyundai N Vision 74

N Vision 74 dikatakan memiliki panjang 4.952mm, lebar 1.995mm, dan tinggi 1.331 mm. Jarak sumbu roda sebesar 2.905mm.

Mobil konsep Hyundai Pony Coupe

Dibekali dua motor elektrik yang dipasang di as belakang. Tenaganya setara 610 hp. Torsinya diklaim 900 Nm. Sebagai mobil penggerak roda belakang, angka tersebut terdengar menyenangkan.

fuel stack berisi hidrogen akan memberikan sumbangan daya pengisian ulang sebesar 95 kW. utuk mengisi ulang baterai berkapasitas 62,4 kWh. Baterai ini sanggup menerima daya isi ulang hingga 800 W. Sementara tangki hidrogennya berkapasitas 4,2 kg dan bisa diisi hanya dalam lima menit. Jarak tempuh maksimum diklaim 600 km.

 

Kombinasi hidrogen, baterai dan penggerak elektrik, membuat N Vision 74 berstatus mobil listrik, dengan penambah jarak tempuh bersumber dari hidrogen. Ini adalah sesuatu yang baru di dunia otomotif, dan terdengar kompleks. Paling tidak untuk saat ini.

Melihat kecenderungan pasar sekarang lebih ke EV sepenuhnya, kami cenderung percaya kalau Pony Coupe akan menjadi mobil listrik. Kita tunggu 27 Mei 2023 nanti.

Review Mobil Bekas: Hyundai Creta Style, Patut Dipertimbangkan

PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) merilis produk Sport Utility Vehicle (SUV) Creta pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 silam. Tak hanya itu, SUV ini juga menjadi produk pertama Hyundai yang diproduksi secara lokal. Hyundai memasarkan Creta sebagai crossover SUV berkapasitas lima penumpang dan cocok untuk penggunaan dalam kota. Akhirnya kami tergoda untuk menjajal Hyundai Creta Style.

Hyundai Creta memang mengusung tampilan serba modern, hadir dengan desain yang terkesan stylish dan futuristik. Eksteriornya dilengkapi dengan Parametric Jewel Grille yang menjadi wujud desain Hyundai, yakni Parametric Dynamics. Selain itu, bagian eksterior mobil satu ini juga dilengkapi dengan Parametric Jewel Hidden DRL yang memadukan grille dengan lampu.

Visibilitas berkendara tergolong baik

Desain kaca yang ditampilkan pada bagian depan terkesan sangat luas sehingga visibilitas pengendara pun amat baik. Pusat gravitasi dari mobil ini cukup rendah sehingga membuat tampilannya terlihat lebih lebar dan menghasilkan kestabilan berkendara. Bagian sampingnya terlihat atraktif berkat velg dan pinggiran atap beraksen two tone. Sektor buritan dihiasi oleh lampu belakang unik yang disebut Boomerang type rear light.

Melalui konsep ‘Sensuous Sportiness’, Hyundai Creta memiliki desain interior yang unik. Kemudian, di bagian setirnya juga terkesan sporty menggunakan desain D-cut. Pada beberapa bagian interior masih menggunakan material plastik yang kurang elegan. Meski begitu, SUV ini mempunyai beberapa fitur yang jarang ditemui rivalnya. Terutama penggunaan teknologi konektivitas Hyundai Blue Link yang menunjukkan kondisi maupun lokasi mobil, termasuk bantuan di jalan melalui Road Side Assistance.

Sarat fitur modern

Fitur utama lainnya termasuk ventilated seat, speedometer digital, head unit dengan Android Auto dan Apple CarPlay, wireless charging, ambient lighting, serta sistem audio premium buatan BOSE. SUV ini sudah dilengkapi ABS, EBD, Hill Start Assist, Electronic Stability Control, kamera mundur, 6 airbags dan peranti keselamatan canggih Hyundai SmartSense.

Fitur keselamatan terakhir mencakup Lane Keep Assist, Collision Mitigation Braking System, Blind Spot Monitoring, serta Rear Cross Traffic Alert. Fitur kepraktisan lain yang mendukung keselamatan berkendara ialah Tire Pressure Monitoring System dan amat berguna untuk menginformasikan tekanan ban kendaraan secara real-time.

Tak ragu manuver di jalan sempit

Hyundai Creta Style punya dimensi panjang 4.315 mm, lebar 1.790 mm, tinggi 1.630 mm, dan wheelbase sebesar 2.610 mm. Radius putar yang sebesar 5,4 meter, cukup mendukung digunakan untuk bermanuver di jalanan yang sempit. Suspensi depan menganut MacPherson Strut dan Torsion Beam di bagian belakang. Perpaduan ini terbukti menghasilkan pengendalian yang cukup stabil dan nyaman selama berkendara.

Sedangkan sistem pengereman menggunakan tipe rem ventilated disc brake di roda depan dan belakangnya. Sistem pengereman ini dilengkapi dengan fitur elektris untuk pengoperasian rem parkir. Untuk velg ukuran 17 inci dibalut dengan ban Kumho Solus HS63 215/60 R17.

Value for Money

Hyundai Creta menggunakan mesin Smartstream G1.5 MPi (G4FL) 1.5 liter dengan tenaga 114 hp dan torsi puncak 144 Nm. Mesin ini didukung oleh empat mode berkendara yang meliputi Eco, Normal, Sport, dan Smart. Seluruh tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 6-speed maupun transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT). Pada Creta Style yang kami gunakan, hanya tersedia varian transmisi IVT saja.

Dengan segala fitur yang diusung, Hyundai Creta Style sepertinya menawarkan aspek ‘value for money’ yang baik di segmen SUV Tanah Air. Walaupun harganya memang terpaut lumayan jauh dengan varian Prime yang dilengkapi panoramic sunroof, namun varian Style ini patut ditimbangkan bagi Anda yang membutuhkan kendaraan crossover untuk menunjang aktivitas.

Rival terdekat Hyundai Creta ini ialah ‘saudaranya’ sendiri yaitu Kia Seltos dan tentunya Honda HR-V. Sudah lebih dari satu tahun setelah debut perdananya, Hyundai Creta kini pun sudah cukup banyak dijual di pasar mobil bekas. Harganya di kisaran Rp 300 jutaan. Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari unitnya di bursa mobil bekas, terutama di kota-kota besar.