Lima Dekade, TMMIN Terus Perkuat Label ‘Made in Indonesia’ 

Sebagai salah satu ujung tombak industri otomotif nasional, kiprah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai perusahaan manufaktur dan eksportir kendaraan serta suku cadang Toyota di Indonesia terus menguat. TMMIN telah beroperasi hampir lima dekade dengan saham mayoritas dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (95%) dan sisanya oleh Astra International (5%).

Indonesia Sebagai Basis Manufaktur Global

Perjalanan TMMIN di Tanah Air dimulai dengan berdirinya pabrik manufaktur perdana di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada tahun 1977. Hal tersebut sebagai respon dari kebijakan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) yang diberlakukan pemerintah pada saat itu.

Kebijakan KBNS tersebut bertujuan untuk menggerakkan industri otomotif dalam negeri, dengan mewajibkan penggunaan sebagian komponen lokal pada kendaraan niaga sederhana yang diproduksi di Indonesia pada masa itu. Kelahiran Toyota Kijang generasi pertama menjadi bukti komitmen besar Toyota Indonesia dalam memajukan industri otomotif nasional.

Hingga saat ini TMMIN mengoperasikan lima fasilitas produksi berstandar global yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara dan di Karawang, Jawa Barat. Kelima unit produksi tersebut mendukung proses perakitan kendaraan Toyota, termasuk mobil utuh, mesin, komponen, hingga alat bantu produksi dengan teknologi ramah lingkungan yang efisien.

Sebagai bagian dari rantai pasok pendukung produksi, Toyota Group (Toyota & Daihatsu) menggandeng lebih dari 760 pemasok lokal. Inilah urat nadi utama berjalannya nafas produksi yang bekerja secara terpadu.

Para pemasok lokal pun terus meningkatkan kompetensi dan kualitas produk komponen agar sesuai standar pasar global. Sinergi ekosistem industri tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Dari Pasar Dalam Negeri Menuju Pasar Global

Aktifitas produksi skala besar di Tanah Air dilakukan oleh TMMIN, mulai dari mesin, komponen serta kendaraan utuh. Muatan komponen lokal terus ditingkatkan hingga mencapai lebih dari 80%. Keberhasilan yang dicapai TMMIN telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan juga ekspor ke pasar global untuk kendaraan bermesin Internal Combustion Engine (ICE), serta beberapa model kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Hybrid Electrified Vehicles (HEV) dan Yaris Cross HEV.

Produk-produk kendaraan Toyota buatan TMMIN diekspor dalam berbagai bentuk, mulai dari kendaraan utuh (CBU), kendaraan setengah jadi (CKD), komponen, hingga alat produksi ke puluhan negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika dan Oceania.

Saat ini, Kijang Innova Zenix, baik versi Internal Combustion Engine (ICE), maupun Hybrid Electrified Vehicle (HEV) beserta Veloz, Fortuner, dan Yaris Cross (ICE maupun HEV) menjadi ujung tombak ekspor Toyota Indonesia.

Bahkan antusiasme konsumen pasar global terhadap kendaraan elektrifikasi Toyota ‘Made in Indonesia’ cukup tinggi. Tercatat di tahun 2025 jumlah ekspor mencapai 22.868 unit, atau naik 23 persen dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun 2024 sebesar 18.553 unit. Kinerja ekspor ini melengkapi performa industri otomotif nasional.

Tahun 2025 juga menjadi puncak prestasi ekspor TMMIN. Sejak ekspor perdana pada 1987, TMMIN telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan buatan Indonesia yang tersebar ke lebih dari 100 negara. Baik di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oceania.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sumber daya manusia, kemampuan manufaktur serta kualitas produk yang dihasilkan TMMIN telah mampu bersaing di pasar global.

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Pasar Global

Terkait konflik yang saat ini terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, tentunya berpotensi berdampak terhadap kinerja ekspor kendaraan dari Indonesia.

Perlu diketahui, negara di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu tujuan ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia. Beberapa pasar potensial di kawasan tersebut, antara lain Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, serta Kuwait yang secara geografis berada di sekitar wilayah konflik.

Dampak yang lebih signifikan yakni adanya potensi kenaikan harga minyak dunia. Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan negara pemasok utama minyak di kawasan tersebut. Jika terjadi hambatan pasokan, maka dikhawatirkan bakal mengganggu stabilitas perekonomian negara-negara pengimpor. Kondisi tersebut tentunya dapat menekan daya beli sekaligus memengaruhi permintaan kendaraan di pasar tujuan ekspor.

Pasalnya, saat ini sebanyak 20% kapal pengangkut minyak dunia tak dapat melintasi Selat Hormuz. Penghubung Teluk Persia dengan Teluk Oman ini merupakan jalur distribusi utama pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut. Rata-rata volume pengiriman bulanan minyak mentah yang melalui Selat Hormuz berkisar 2—4 juta metrik ton per Februari 2026.

Kendati saat ini tengah terjadi ketegangan geopolitik, Toyota tetap optimis memasang target ekspor yang moderat untuk periode tahun 2026 yakni di angka 300.000 unit seperti tahun sebelumnya. Hal tersebut berkaca dari capaian Toyota sepanjang 2025 yang telah mengekspor kendaraan secara utuh (completely built up/CBU) sebanyak 298.457 unit, dengan kontribusi sebesar 58% dari total ekspor nasional.

Kiprah TMMIN dalam mewujudkan label ‘Made in Indonesia’ pada kendaraan yang diproduksi di Indonesia kini menjadi hasil nyata. Bukan sekadar label produksi semata, melainkan menjadi representasi dari kemampuan dan keyakinan kolektif bahwa produk kendaraan buatan Indonesia mampu bersaing di tataran pasar otomotif global.

 

Mitsubishi Bakal Produksi Xpander Atau Xforce HEV di Indonesia?

Mitsubishi Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Xpander Atau Xforce HEV?

Beredar kabar bahwa PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan model terbaru jenis hybrid HEV di Tanah Air. Sementara ini belum ada info yang dibuka secara gamblang. Akan tetapi prediksi yang beredar kian mengarah pada versi HEV dari Xpander dan Xforce.

Mitsubishi Xpander HEV atau hybrid telah lebih dulu diluncurkan di Thailand pada tahun 2024. Kita tentunya tertinggal satu tahun lebih dari Negeri Gajah Putih. Xpander HEV diluncurkan bersamaan dalam dua versi sekaligus, yaitu untuk New Xpander dan Xpander Cross.

Demikian pula dengan Xforce HEV, pertama kali diluncurkan pun di Thailand pada Maret 2025. Peluncuran Xforce HEV merupakan fase lanjutan dari peluncuran Xpander HEV Play. Basis platform Xforce HEV didasarkan pada Xforce bermesin bensin yang awalnya diluncurkan di Indonesia pada tahun 2023.

Apa keunggulan yang dimiliki oleh kedua model HEV dari Mitsubishi tersebut?

Apa itu HEV?

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu HEV yang merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Mobil jenis HEV atau lebih umum disebut mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan modul sistem hybrid yang terdiri dari motor listrik penggerak dan baterai sebagai sumber pasokan daya listrik.

Sebagai pemasok daya untuk motor listrik hybrid, Xpander dan Xforce HEV dilengkapi baterai jenis Lithium-ion yang terletak pada bagian bawah dek kabin.

Pada mode hybrid, output performa yang dihasilkan oleh perpaduan kinerja mesin bensin dan motor listrik lebih besar dibandingkan mesin bensin non-hybrid.

Dengan sistem hybrid, konsumsi BBM pun lebih ekonomis dan efisien. Bahkan terdapat mode EV yang mengaktifkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama.  Saat berkendara di kemacetan lalu lintas yang stop and go, pengemudi bisa memanfaatkan mode EV untuk berkendara pada kecepatan rendah. Daya listrik dari baterai digunakan untuk menghemat konsumsi BBM.

Yang membedakan dengan mobil elektrik murni atau plug-in hybrid (PHEV), baterai pada kendaraan jenis HEV tidak bisa diisi ulang secara langsung melalui charging port. Pengisian ulang daya pada mobil HEV memanfaatkan sistem pengereman regeneratif. Energi pengereman akan diubah menjadi arus listrik untuk mengisi daya baterai.

Mitsubishi Xpander HEV

Sekarang kita bahas satu persatu. Jika pada Xpander biasa dibekali mesin bensin 1.500 cc, pada versi HEV kapasitas mesin MIVEC yang digunakan lebih besar, yakni 1.600 cc.

Xpander HEV mengandalkan mesin bensin 1.6-liter MIVEC dengan output 95 hp (96 PS) dan torsi 134 Nm. Mesin dipadukan dengan motor listrik berdaya 116 hp (117 PS) dan torsi puncak 255 Nm yang tersalur ke roda depan.

Dengan sistem hybrid, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10% dibanding dengan model Xpander non-hybrid bertransmisi CVT. Efisiensi konsumsi BBM bahkan mampu mencapai 34% untuk pengendaraan harian dalam kota.

Agar faktor kenyamanan penumpang dan kapasitas ruang kabin tidak terkompromi, maka posisi penyimpanan baterai berada di bawah kursi penumpang depan sebelah kiri.

Ada 7 mode berkendara yang dibekalkan, yakni: Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud. Pengemudi dapat memilih mode berkendara yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi jalan yang dilintasi.

Sistem Active Yaw Control (AYC) tetap disematkan untuk meningkatkan stabilitas. Sistem suspensi pun turut direvisi. Keempat roda dibekali rem cakram untuk menunjang kinerja pengereman regeneratif.

Untuk sistem keselamatan aktif, Xpander HEV dibekali sistem ADAS Mitsubishi Safety Sensing (Diamond Sense). Konten fiturnya terdiri dari Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Alarm, Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW with LCA), dan Lane Departure Warning. Hanya saja untuk fitur seperti Adaptive Cruise Control atau Autonomous Emergency Braking saat ini masih belum tersedia.

Xforce HEV

Model kedua yakni Xforce HEV masih terbilang gress, karena baru diluncurkan di Thailand pada Maret 2025. Perihal kenapa model HEV lebih dulu dipasarkan di Thailand dibanding Indonesia, tentu terkait dengan trend pasar yang berkembang saat itu.

Konsumen di Thailand sudah melek mobil hybrid lebih dulu dari Indonesia, dan jumlah peminatnya pun banyak. Pangsa pasar mobil hybrid di Negeri Gajah Putih terbilang punya prospek yang cerah untuk di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut didukung adanya insentif untuk jenis kendaraan elektrifikasi yang lebih besar, sehingga harga jual mobil hybrid di Thailand tidak terlampau tinggi.

Disamping itu, ada kebijakan internal terkait dengan posisi Thailand sebagai rantai pasok dan basis produksi utama Mitsubishi Motors untuk pasar Asia Tenggara selain Indonesia.

Spek mesin yang dibekalkan pada Xforce HEV sama dengan Xpander HEV. Posisi baterai pun sama, yakni terletak di bawah jok depan.

Yang menbedakan, sistem hybrid Xforce HEV lebih canggih dari model Xpander HEV. Ada tambahan perangkat transaxle yang akan menyalurkan torsi ke roda dengan lebih sempurna guna menunjang traksi saat melintasi jalan non aspal.

Selain itu terdapat fungsi pemutus kinerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Teknologi yang dibekalkan diklaim dapat menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar lebih baik menjadi sekitar 24,4 kilometer per liter.

Xforce HEV dilengkapi 5 mode berkendara yang sama seperti Xforce reguler yakni meliputi: Normal, Tarmac, Gravel, Mud, Wet. Bedanya, ada tambahan mode berkendara Charge dan EV Priority. Sama seperti pada Xpander HEV.

Fitur berkendara Active Yaw Control (AYC) pun tetap melekat pada Xforce HEV. Fitur ini membantu meningkatkan performa saat menikung dengan menyesuaikan gaya pengereman di roda depan. Sehingga mengoptimalkan kestabilan mobil saat bermanuver secara cepat atau di jalan licin.

Perihal fitur bantuan berkendara aktif, sistem ADAS Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pada Xforce HEV lebih lengkap dari Xpander HEV. Fiturnya termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW / LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), dan Lead Car Departure Notification (LCDN).

Fitur Diamond Sense inilah yang membuat SUV XForce HEV meraih peringkat tertinggi dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP.

Selain itu, Xforce HEV juga memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan bodi RISE2. Konstruksi rangka bodil menyerap energi benturan dan meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan. Masih ditambah lagi dengan enam SRS Airbag.

Perihal harga jual, Xpander HEV dan Xforce HEV di Thailand di banderol kisaran harga Rp 400-500 jutaan. Lantas, model manakah yang nantinya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia? Akankah ada pertanda launching di GIIAS 2026? Hmm kita tunggu…

Mitsubishi Motors Siap Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Apa itu?

Tahun 2026 merupakan momen penting bagi Mitsubishi Motors bertepatan dengan 55 tahun kiprahnya di pasar otomotif Indonesia.

Dalam acara buka puasa bersama awak media di kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (27/2), President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita, memaparkan pencapaian yang telah diraih di awal tahun ini.

Mitsubishi Motors menandai 55 tahun kiprah di Indonesia pada akhir 2025 dengan sekitar 2,4 juta kendaraan yang saat ini beroperasi di seluruh Tanah Air. Dalam sambutannya, Kurita memaparkan berbagai pencapaian penting, termasuk peluncuran global Mitsubishi Destinator di Indonesia di tahun 2025.

Destinator yang merupakan produk baru di segmen SUV tujuh penumpang sukses meraih pangsa pasar 53,7 persen dan memimpin di kelasnya. Sementara di segmen kendaraan niaga ringan, pikap L300 mempertahankan dominasi pasar dengan porsi 47,5 persen.

Beberapa model lain turut menunjukkan posisi yang cukup kuat. Xpander Cross menyumbangkan kontribusi penjualan 24 persen, Pajero Sport 34,7 persen, Triton 36,1 persen, dan Xforce 11 persen.

“Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen,” ungkap Kurita.

Pada ajang IIMS 2026, Mitsubishi mengklaim mendapat pencapaian yang lebih baik dari gelaran IIMS tahun sebelumnya. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diraih selama pameran IIMS 2026 mencapai 2.400 unit dari target 3.000 unit yang ditetapkan.

Kendati model Xpander masih mendominasi SPK, namun capaian penjualan Destinator cukup positif. Secara keseluruhan dikatakan angka penjualannya sampai saat ini sudah mencapai 10.000 unit. Varian tertinggi justru jadi yang paling diminati konsumen.

Sebagai penguatan pasar, Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, ada empat hal yang jadi prioritas utama pabrikan asal Jepang ini di Indonesia pada 2026.

Pertama, MMKSI akan terus melakukan upaya perluasan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Tak hanya menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, tapi yang lebih utama adalah memudahkan para konsumen dalam mengakses layanan purna jual.

Kedua, kualitas layanan purna jual sebagai kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui filosofi passion to care. Yang ketiga adalah meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakses layanan yang lebih praktis dan cepat melalui sistem digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI sesuai perkembangan teknologi saat ini. Target keempat yang jadi prioritas di tahun 2026 adalah menghadirkan model mobil terbaru yang sesuai minat dan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid,” tegas Kurita.

Dari paparan tersebut, mobil hybrid jadi prediksi kuat perihal model mobil baru yang akan diluncurkan oleh Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun ini.

Mobil Hybrid Model Apa?

Hanya saja, rasa penasaran terhadap model hybrid yang akan diluncurkan Mitsubishi di Indonesia tahun ini masih belum terjawab sepenuhnya. Bahkan pihak pabrikan saat ini masih belum membuka detail teknis seputar model kendaraan elektrifikasi tersebut.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, Kurita menjelaskan bahwa model hybrid tersebut nantinya akan diproduksi di Indonesia. Proses produksi direncanakan dimulai pada semester pertama 2026. Untuk penjualan ke konsumen akan menyusul.

Kurita pun menambahkan bahwa peluncuran resmi ke pasar ditargetkan berlangsung pada semester kedua 2026. Apakah bersamaan dengan event GIIAS 2026?

Meskipun tak dijabarkan secara rinci, Kurita mengisyaratkan bahwa Mitsubishi memiliki dua model hybrid yang telah lebih dulu dipasarkan di Thailand. Namun, ia belum mengungkap model mana yang akan diboyong dan dirakit di Tanah Air. Demikian pula soal konfigurasi—apakah lima atau tujuh penumpang, hingga kisaran harga masih belum dibeberkan. Yang jelas, kata dia, kendaraan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan diposisikan sebagai produk strategis jangka panjang. Nah, makin bikin penasaran…

Menariknya, Mitsubishi tak semata mengejar angka penjualan besar di tahap awal. Kurita pun menegaskan bahwa ini akan menjadi model mobil hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia.

Meski demikian, MMKSI berharap respons pasar Tanah Air terhadap mobil hybrid ini akan positif. Terlebih lagi jika spesifikasi dan harga jual dinilai kompetitif.

“Pelanggan dan pasar yang akan menilai (soal harga yang kompetitif). Kami akan berusaha menghadirkan kualitas tinggi dengan spesifikasi yang cocok untuk masyarakat Indonesia,” kata Kurita.

Dari sejumlah “petunjuk” yang dipaparkan, maka prediksi pun mengarah pada Xpander HEV dan Xforce HEV. Keduanya telah lebih dulu melenggang di Thailand.

Mesin yang diusung kedua model tersebut pun sama yakni 1.6L MIVEC yang dipadukan motor listrik serta baterai. Tenaga kombinasi yang dihasilkan mencapai 116 hp dengan torsi puncak 255 Nm. Fitur keselamatan aktif Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pun dibekalkan pada keduanya.

Meski belum dapat dipastikan model apa yang akan diproduksi di Indonesia, peluang kehadiran Xpander HEV atau Xforce HEV versi Indonesia jadi kabar menggembirakan.

Dengan diproduksi di dalam negeri, maka berpotensi meningkatkan kadar muatan komponen dalam negeri, sehingga harga jual diharapkan bisa lebih kompetitif dan terjangkau. Selain itu, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur Mitsubishi di kawasan ASEAN akan semakin kuat.

Jadi, model mobil hybrid apa yang akan diboyong ke Tanah Air oleh Mitsubishi Motors dalam waktu dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya…

Stok BBM Shell Indonesia Langka Jelang Alih Kepemilikan SPBU

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di jaringan SPBU milik Shell Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah produk unggulan seperti Shell V-Power, Shell Super, hingga V-Power Diesel dilaporkan kosong di banyak SPBU, bahkan sebagian lokasi tidak memiliki stok BBM sama sekali.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen, terutama karena terjadi di tengah rencana pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan baru.

Stok Shell V-Power Kosong di Banyak SPBU

Kelangkaan BBM Shell bukan hanya terjadi pada satu jenis bahan bakar, tetapi hampir seluruh lini produk. Berdasarkan informasi terbaru per 16 Februari 2026, Shell V-Power (RON 95) dilaporkan kosong di seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia.

Sementara itu, Shell Super hanya tersedia secara terbatas di wilayah Jawa Timur, tepatnya di SPBU Lamongan dan Mojokerto. Produk lain seperti Shell V-Power Nitro+ dan Shell V-Power Diesel juga mengalami keterbatasan stok yang signifikan.

Akibat kondisi ini, banyak pelanggan terpaksa mencari alternatif BBM lain dengan nilai oktan setara, seperti Pertamax Green 95 dari Pertamina, Revvo 95, maupun BP Ultimate.

Salah satu penyebab utama kelangkaan BBM Shell adalah habisnya kuota impor base fuel yang menjadi bahan dasar produk BBM mereka. Sebagai perusahaan swasta di sektor hilir migas, Shell Indonesia mengandalkan impor untuk menjaga pasokan BBM di jaringan SPBU mereka.

Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi pada Oktober 2025, ketika Shell Super mengalami kekosongan stok dalam waktu cukup lama. Bahkan pada Desember 2025, Shell Indonesia harus membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga guna menjaga ketersediaan BBM dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya ketergantungan terhadap pasokan impor serta perlunya koordinasi dengan pemasok domestik dalam kondisi tertentu.

Harga BBM Stabil Meski Stok Kosong

Menariknya, kelangkaan stok BBM Shell terjadi di tengah tren harga yang relatif stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan. Berikut daftar harga BBM Shell terbaru:

Shell Super: Rp 12.050 per liter

Shell V-Power: Rp 12.500 per liter

Shell V-Power Nitro+: Rp 12.720 per liter

Shell V-Power Diesel: Rp 13.600 per liter

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor kelangkaan bukan disebabkan oleh lonjakan harga global, melainkan lebih kepada aspek distribusi dan pasokan.

Pengalihan Kepemilikan SPBU Shell Sedang Berlangsung

Di saat yang sama, Shell Indonesia juga tengah menjalani proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Bisnis SPBU Shell akan diambil alih oleh perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Citadel Pacific sendiri merupakan perusahaan yang memegang lisensi Shell di beberapa wilayah Asia Pasifik seperti Guam, Hong Kong, dan Makau. Sementara Sefas Group dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Meski terjadi pengalihan kepemilikan, Shell memastikan bahwa merek Shell yang berada di bawah naungan Shell plc akan tetap hadir di Indonesia melalui skema lisensi merek. Pasokan BBM juga diklaim tetap berasal dari Shell untuk menjaga kualitas produk.

Shell Indonesia menegaskan bahwa operasional SPBU tetap berjalan seperti biasa selama proses transisi berlangsung. Proses pengalihan kepemilikan ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 atau paling lambat tahun berikutnya.

Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi apakah kelangkaan BBM yang terjadi berkaitan langsung dengan proses pengalihan kepemilikan atau murni disebabkan oleh faktor teknis seperti kuota impor dan distribusi.

Dampak bagi Konsumen dan Industri BBM

Kelangkaan BBM Shell tentu berdampak langsung bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi untuk menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.

Di sisi lain, kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan migas swasta di Indonesia, khususnya terkait regulasi impor, distribusi, serta dinamika pasar energi nasional.

Kehadiran pemain swasta seperti Shell sendiri merupakan hasil reformasi sektor migas yang memungkinkan persaingan sehat dengan perusahaan nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan operasional dan stabilitas pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Kelangkaan BBM Shell di Indonesia saat ini dipicu oleh habisnya kuota impor serta dinamika distribusi, di tengah proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Meski operasional tetap berjalan, konsumen untuk sementara perlu mempertimbangkan alternatif BBM lain dengan spesifikasi setara.

Ke depan, stabilitas pasokan BBM Shell akan sangat bergantung pada kelancaran proses impor, distribusi, serta penyelesaian transisi kepemilikan jaringan SPBU di Indonesia.

Penjualan Honda Brio meningkat Mei 2024

Penjualan Mobil Honda Meningkat, Brio Paling Laris

Honda Prospect Motor, pemegang merek mobil Honda di Indonesia, mengabarkan Brio kembali jadi mobil paling laris secarfa penjualan retail di jajaran mereka.

Brio terjual sebanyak 4.236 unit atau setara 54 persen dari total penjualan Honda pada bulan Mei 2024 lalu. Secara total PT Honda Prospect Motor mencatat penjualan retail sebanyak 7.805 unit. Ini mendudukan Honda di urutan ketiga setelah Toyota dan Daihatsu yang masing-masing membukukan 24.074 dan 14.747.

Dalam keterangan resminya, HPM juga menyebutkan penjualan Brio ini mengalami peningkatan sebesar 23 persen dibanding April 2024. Yang menarik, bukan cuma hatchback itu yang mengalami peningkatan.

SUV Honda WR-V

Hampir semua model Honda mengalami kenaikan penjualan mulai dari Honda HR-V naik sebesar 15 persen (1.248 unit). Lalu Honda WR-V naik sebesar 31 persen dan terjual 1.012 unit, Honda BR-V naik sebesar 16 persen dan terjual 791 unit. All New Honda CR-V naik sebesar 13 persen atau setara 224 unit. Sisanya sebanyak 294 unit disumbangkan oleh model mobil Honda lainnya.

Penjualan di Indonesia

“Situasi pasar otomotif hingga bulan Mei di tahun ini memang cenderung belum stabil. Dikarenakan dipengaruhi situasi ekonomi politik global dan nasional,” ujar Yusak Billy Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM.

“Kami berharap berbagai aktivitas seperti motorshow yang akan dilaksanakan pada semester dua ini dapat mempertahankan tren penjualan yang positif. Didukung berbagai program penjualan yang kami siapkan untuk memudahkan pembelian dan memberikan nilai lebih bagi konsumen,” tambah Billy.

Sepengamatan kami, berdasarkan data GAIKINDO hingga Mei 2024 lalu, penjualan mobil di Indonesia secara retail maupun wholesales (dari pabrik ke dealer) masih berada di angka 300 ribuan unit. Targetnya, tahun ini penjualan mobil bisa 1,1 juta unit. Bisa? Mari kita berharap begitu.

Untuk informasi, Honda Brio saat ini dijual dalam dua varian utama yaitu Satya dan RS. Kemudian dibagi lagi menjadi Satya E, S MT, S CVT, RS MT dan Brio RS CVT. Daftar harga Honda Brio (OTR Jakarta, kepemilikan pertama) bisa dilihat di bawah.

  • S MT Rp 167,9 juta
  • E MT Rp 182,8 juta
  • E CVT Rp 198.3 juta
  • RS MT Rp 243,1 juta
  • RS CVT Rp 253,1 juta  

Ada Kemeriahan Baru di Gelaran PEVS 2024

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) dan Dyandra Promosindo siap menggelar Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 pada 30 April hingga 5 Mei mendatang di JIEXPO Kemayoran.

Kepala Staf Kepresidenan RI dan Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menginginkan kolaborasi dari semua pihak dalam mendorong program percepatan kendaraan listrik di Indonesia melalui ajang PEVS 2024 ini.

Dengan target transaksi minimum 400 miliar rupiah, PEVS 2024 diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi semua stakeholder di industri kendaraan listrik.

“Hadirnya puluhan merek yang berpartisipasi dan peningkatan fasilitas pameran dari satu hall menjadi empat hall, ini adalah prestasi yang luar biasa dalam hal promosi,” ucapnya dalam acara Press Conference di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada Senin (22/4).

Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengharapkan PEVS 2024 dapat memberikan kontribusi positif dalam menurunkan polusi udara.

Selanjutnya, Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti menjelaskan PLN memberikan dukungan 1.299 unit SPKLU. Ditambah 9.800 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan 1.900 Stasiun Penukaran Baterai Listrik Umum (SPBKLU).

“Insya Allah tahun ini kami akan menambah lagi 2.000 SPKLU yang akan kami pasang di tiang listrik, baik itu ditanam pada tiang besi dan untuk yang ditempel pada tiang beton,” ucapnya.

Ragam Merek Siap Mendukung

Project Manager PEVS 2024, Rudi MF menambahkan, PEVS 2024 menjadi ajang hiburan yang menyenangkan dan informatif bagi masyarakat. Berbagai acara menarik pun disiapkan seperti Motorcycle Fun Run, Formula Student Show Off, PEVS Parade & Catwalk. Ada juga Miss PEVS, PEVS Push Bike Race, EVolution Seminar, EV Riding, EV Morning Run, Electric Board & Scooter. Tidak ketinggalan drone show race, EV Fire Extinguish dan yang terbaru adalah Buyers EVening Gathering.

Deretan merek yang berpartisipasi di PEVS 2024

PEVS 2024 akan diikuti oleh BMW, BYD, Chery, Hyundai, MAB, MG, Neta, Seres, Tesla (Prestige Image Motorcars) dan Wuling. Sementara dari roda dua akan hadir AHM, Gesits, Keeway, Kymco, Rakata, VMove, Volta, dan ZPT.

Peserta pendukung seperti Astra Otoparts, DUBBS, PT Energi Vertikal Indonesia, Gotion High-Tech, Hardy Motor, HEX UP, Ni Xing, Powerindo, SSKTama, Starvo, dan TL Power juga akan turut serta.

Asia Bike Jakarta

Peserta dari luar negeri juga menunjukkan minat tinggi. Dibuktikan dengan konfirmasi partisipasi dari 90 peserta internasional yang akan meramaikan Asia Bike Jakarta.

Keikutsertaan Asiabike Jakarta (ABJ) akan menyatukan jaringan industri global, regional, dan lokal melalui aliansi strategis.

Asiabike Jakarta didukung oleh Messe Frankfurt, PERIKLINDO, Dyandra Promosindo, dan Jiangsu Bicycle Co Ltd. Dikatakan menjadi pameran perdagangan pertama industri roda dua di Indonesia.

 

 

 

 

Ekspor TMMIN

Tiga Negara Yang Punya Investasi Besar di Sektor Otomotif Indonesia

Indonesia masih dipandang ‘seksi’ untuk sektor otomotif. Dan hal itu memicu gelontoran dana investasi otomotif Indonesia dari berbagai negara yang merasa mampu berkiprah di pasar kendaraan bermotor di negara ini. Gaikindo mencatat, tahun ini (Januari-September 2023) tiga besar investor berasal dari negara-negara Asia.

Dikutip dari situs Gaikindo, Jepang masih tetap yang paling besar di tahun 2023 ini, dengan nilai investasi yang terealisasi sebesar US $804,35 juta. Posisi kedua ditempati oleh Korea Selatan dengan US $73,05 juta. Dan ketiga, ada Singapura dengan nilai investasi US $32,04 juta. Lalu, di mana posisi China?

Secara mengejutkan, dengan segala gebrakan produk yang ada, ternyata realisasi investasi Tiongkok baru US $3,4 juta, atau setara Rp 54,3 milyar tahun ini. Meski begitu, angka tersebut adalah sebuah kenaikan yang signifikan dibanding periode sama di tahun sebelumnya. Waktu itu, mereka ‘hanya’ menggelontorkan US $1,54 juta.

Wuling Air ev

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi total otomotif di Indonesia mencapai Rp 47,14 trilyun dari Januari hingga September 2023. Persentase kenaikannya menyentuh 80,98 persen dibanding tahun lalu, periode yang sama. Di dalamnya, termasuk penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 15,62 trilyun.

Menurut Jongkie Sugiarto, Ketua Umum 1 Gaikindo, pihaknya menyambut baik investasi dari mana saja. Termasuk dari pabrikan China. Menurut mantan petinggi Hyundai Indonesia itu, yang diuntungkan adalah konsumen karena pilihan jadi makin beragam.

Daftar Panjang CKD

Tidak kalah menarik adalah, tahun depan sepertinya mobil Tiongkok yang dirakit di Indonesia akan makin banyak. Paling dekat, Great Wall Motor (GWM) yang beroperasi di Indonesia di bawah bendera Inchcape dan Indomobil. Pabrik mereka akan operasional di kuartal pertama 2024. Tidak hanya itu, Mercedes-Benz juga akan dirakit di pabrik yang sama. Wajar, karena pabrikan Jerman ini di Indonesia, berada di bawah payung usaha yang sama dengan GWM. Untuk pertama kalinya di dunia, GWM dan Mercedes-Benz bekerja sama.

Showroom Neta di Shanghai

Kemudian pabrikan Neta juga akan melakukan assembly mobilnya di Pondok Ungu, Bekasi. Bekerja sama dengan PT Handal Motor Indonesia (HMI), yang dulu pernah merakit Hyundai. Kemungkinan besar akan operasional mulai kuartal kedua 2024. Tidak tanggung, target mereka memproduksi 10.000 unit kendaraan.

Yang akan dirakit adalah Neta V untuk tahap pertama. Kemudian, sepenelusuran kami di markas mereka di Shanghai beberapa waktu lalu, kemungkinan besar SUV listrik Neta X akan dibuat di Indonesia. Namun masalahnya, versi setir kanan Neta X masih dalam pengembangan.

Sumber: Gaikindo

Kawasaki KX85 dan KX112 Meluncur, Siap Layani Crosser Pemula

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) kembali meluncurkan varian terbaru pada seri KX atau yang sering disebut dengan motocross (6/10/2023). Pabrikan Jepang ini menghadirkan Kawasaki KX85 dan KX112 hasil produksi lokal (CKD), Indonesia.

Motor cross untuk pemulaDua model KX terbaru ini didesain dengan filosofi ‘menjadikan pengendaranya seorang pemenang’. Ini sudah ditanamkan sejak lahirnya merek KX, 50 tahun lalu.

KX85 memberikan performa proporsional dari mesin 84 cc. Dibekalli transmisi 6-percepatan yang diklaim tangguh. Suspensinya mengangalkan garpu up side down 35 mm di depan, yang bisa disesuaikan kekerasannya. Tinggi jok yang 870 mm cukup mendukung untuk mereka yang baru main motor cross. Sementara KX112 juga dibekali fitur serupa, namun memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah mesin 112 cc.

Keduanya dibekali teknologi ERGO-FIT. Desain cover radiator berfungsi meningkatkan ergonomi dan meningkatkan kinerja pendinginan. Dan dua motor trail pemula ini mengandalkan balutan ban Dunlop MX33.

Kawasaki KX 112

“Melihat dari meningkatnya minat dan antusias para rider muda dalam mengasah keterampilannya, KMI mengutamakan motorcycle enthusiast untuk menyalurkan hobinya di dunia offroad.”, ucap Michael C. Tanadhi, selaku Head Sales & Promotion PT. KMI.

Kawasaki KX85

Bagi Anda yang baru gemar bermain lumpur, Kawasaki KX85 dan KX112 sangat cocok untuk menemani akhir pekan. KX85 dibanderol dengan harga Rp 66.300.000,- (Off-the road Jakarta). Sementara untuk KX112 dijual dengan harga Rp 69.300.000,- (Off-The Road). Start delivery kedua unit tersebut akan dimulai minggu ini. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2023.

 

Yadea G6 2023

Aturan Subsidi Motor Listrik Berubah, Jualan Makin Laris

Pemerintah resmi merevisi peraturan soal pembelian dan subsidi motor listrik. Hal tersebut demi mencapai target penyebaran yang lebih cepat. Kini, satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) bisa membeli maksimal satu motor.

Tadinya, syaratnya agak rumit. Pemerintah menegaskan penerima subsidi tersebut adalah BPUM, masyarakat penerima KUR, penerima subsidi listrik kurang dari 900 VA dan penerima BSU. Otomatis, ini membatasi penyerapan kendaraan elektrik roda dua.

Motor listrik ALVA One 2022

Dikutip dari situs Kementerian Perindustrian RI, pada Permenperin 21/2023, disebutkan bahwa program bantuan diberikan untuk satu kali pembelian KBL Berbasis Baterai Roda Dua yang dilakukan oleh masyarakat, dengan satu nomor induk kependudukan (NIK) yang sama.

“Artinya, masyarakat yang ingin mendapatkan program bantuan pemerintah ini syaratnya adalah WNI berusia paling rendah 17 tahun dan memiliki KTP elektronik. Satu NIK KTP bisa membeli satu unit motor listrik,” jelas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Syarat tambahannya, usia minimal 17 tahun dan punya KTP elektronik.

Penjualan Melonjak

Dilihat dari situs Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SISAPIRA) hari ini (05/09/2023), sisa kuota subsidi berada di angka 197.569 unit. Masih jauh dari target 200.000 unit? Mungkin, tapi dengan kemudahan persyaratan tadi, diharapkan akhir tahun ini bisa tercapai. 

Bisa disimpulkan juga, selama 2023 ini telah terjual 2.431 unit sepeda motor listrik. Dikutip dari Kompas, bulan Juli lalu, hanya 36 unit motor tersalurkan. Setelah ada perubahan aturan tersebut, bulan September ini telah tersalurkan 225 unit, hingga tanggal empat kemarin.

Motor listrik

Yang turut berbahagia tentu para produsen. Meski mereka juga tidak sembarangan dan ada ketentuan yang wajib diikuti. Meski begitu, mereka optimis target 200 ribu unit akan tercapai.

Dikatakan Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setyadi mengaku optimistis bahwa penjualan sepeda motor listrik dengan subsidi Rp 7 juta dari pemerintah akan mencapai target tahun 2023. Hal ini seiring dengan dilakukannya perluasan terhadap penerima subsidi motor listrik untuk umum, yang akan mengerek jumlah peminat hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah.

“Dengan adanya skema yang baru pastinya itu akan mendongkrak kenaikan minat masyarakat. Sekarang pun sudah banyak industri yang tanya-tanya. Yang kita harapkan percepatan dari regulasi ini (perubahan skema). Sehingga sampai Desember, kita optimis,” papar Budi.

 

10.000 Air ev Terjual, Wuling Green Drive Festival Digelar Lagi

Wuling Motors (Wuling) kembali menggelar kegiatan customer gathering, ‘Green Drive Festival’. Kali ini berjalan di Surabaya. Acara untuk para konsumen ini, didasari atas pencapaian penjualan lebih dari 10.000 unit Air ev di Indonesia.

Acara tersebut diadakan pada Sabtu, (26/8) di Grand City Hall, Surabaya. Diikuti lebih dari 50 unit Air ev dari komunitas Wuling Electric Vehicle Indonesia (WEVI) dan para konsumen Air ev. Gelaran Green Drive Festival turut diramaikan oleh berbagai aktivitas menarik dan penampilan spesial dari musisi Juicy Luicy.

Tanam Bakau

Perhelatan Green Drive Festival dimulai dari Grand City Hall, Surabaya. Setelah melakukan registrasi dan mendapatkan Air ev Starter Kit, para peserta langsung menuju Mangrove Wonorejo Ecotourism untuk prosesi penyerahan bibit bakau dilakukan oleh perwakilan Wuling serta WEVI.

Selanjutnya, konvoi kembali ke Grand City Hall untuk mengikuti acara utama. Wuling menyiapkan beragam macam food stall, game corner, lima unit Air ev yang dipersonalisasi, pengecekan unit oleh aftersales. Tidak lupa, tersedia pula unit test drive bagi para pengunjung yang ingin mencoba berkendara dengan Air ev.

Wuling air ev terjual 10.000 unit.

Sambutan pun dilakukan Edison, Regional Sales Manager Wuling Motors. Dilanjutkan penyematan pin secara simbolis kepada perwakilan komunitas WEVI dan konsumen. Acara ditutup oleh Juicy Luicy yang sukses mengajak pengunjung bernyanyi bersama.

Wuling Green Drive Festival

“Melalui perhelatan Wuling Green Drive Festival, kami merayakan kebersamaan menjalani perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau bersama konsumen dan anggota WEVI Surabaya. Yang telah menjadi bagian dari 10.000 lebih pengguna Air ev di seluruh Indonesia,” ujar Edison.

“Kami berharap, masyarakat Indonesia semakin yakin terhadap Air ev yang mampu menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan sesuai dengan semangat ‘Drive for A Green Life’,” tambahnya.

Panggung Wuling Green Drive Festival Surabaya

Sedikit info, saat ini Wuling Air ev menyandang predikat mobil listrik terlaris di Indonesia. Selain itu, mobil mungil ini juga dipercaya menjadi Official Car Partner pada acara KTT G20 2022 di pulau dewata, KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo serta KTT ASEAN 2023 di Jakarta pada September nanti.

Harley Davidson Pan Americana Indonesia

Harley Davidson Kembali Lagi di GIIAS, Bawa Dua Motor Baru

Tiga tahun Harley Davidson tidak terdengar di pasar otomotif Indonesia. Kini di GIIAS 2023 pabrikan Amerika itu hadir lagi. Tidak tanggung, mereka menampilkan banyak model. Termasuk sepasang motor baru, Harley Davidson Pan America 1250 Special dan Breakout 117. Turut dipajang juga Sporster S, Nightster Special, Road King Special, Street Glide Special, Fatboy 114 dan Ultra Limited.

Saat ini, nama ini diageni oleh JLM Auto Indonesia, yang berada di bawah payung Inchcape Plc dan Indomobil. Dealer resminya ada lima, tersebar di berbagai kota di pulau Jawa dan Bali.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari peluncuran perdana Harley-Davidson Pan America 1250 Special dan Breakout 117 yang kita miliki di Indonesia,” ujar Irvino Edwardly, Sales & Marketing Director, JLM Auto Indonesia. “Serta motor lain seperti Nightster Special dan Sportster S yang menggunakan teknologi mesin terbaru Revolution Max dan telah menjadi wajah baru dari brand Harley-Davidson di pasar Indonesia serta keseluruhan di pasar global.” 

Di GIIAS 2023 Harley Davidson juga hadirkan koleksi General Merchandise Harley-Davidson edisi terbatas 120th seperti pakaian, serta aksesoris.

Pan America 1250

Harley Davidson Pan Americana Indonesia

Agak unik melihat Harley Davidson Pan America 1250 Special yang bergenre adventure. Motor ini memang dibuat sebagai kendaraan touring adventure. Mereka yang suka jalan jauh melalui jalan yang tidak menentu akan suka.

Mesinnya mengandalkan keluarga V-Twin baru bernama Revolution Max 1250. Tenaganya diklaim mencapai 150 hp, dengan kapasitas 1.250 cc. DIrancang untuk punya bentangan tenaga (powerband) yang lebar, sehingga tenaga tetap mengisi di berbagai putaran. Terutama RPM atas.

Selain performa, Pan America 1250 Special juga punya mode berkendara yang dikontrol secara elektronik. Beragam fitur teknologi yang disematkan ini diklaim telah dirancang untuk menyesuaikan performa sepeda motor dengan traksi yang tersedia selama akselerasi, deselerasi, dan pengereman. Intinya, motor ini penurut. Belum lagi suspensinya juga pintar dan dapat disetel secara elektronik.

Harley Davidson Breakout 117

Harley Davidson Breakout

Breakout 117 yang dibawa adalah model tahun 2023, alias paling baru. Punya profil ala chpper yang cukup kental dengan stang rendah yang jadi ciri khasnya. Breakout dibekali salah satu mesin legendaris HD, Milwaukee Eight 117. Konfigurasi silindernya tetap V-Twin.

Untuk model 2023 ini, Breakout dibekali beberapa revisi yang dikatakan membuat motor lebih baik. Salah satunya stang stainless yang dibekali riser.

Tangki BBM kini mampu menampung 19 liter. Bentuknya membuat siluet motor terlihat lebih panjang. Untuk menunjang kenyamanan juga, disediakan cruise control. Berguna untuk menjelajah jarak jauh.

Plaza Subaru Pondok Indah Diresmikan, Incar Pasar Ibukota

Subaru Corporation Japan bersama Subaru Indonesia meresmikan Plaza Subaru Pondok Indah, dealer pertamanya di Jakarta pada Rabu, (9/8).

Berdiri diatas lahan seluas 2007 m2, Plaza Subaru Pondok Indah menempati lokasi strategis di Jl. Arteri Pondok Indah no. 1A, Jakarta Selatan. Dealer ini hadir dengan layanan 3S (sales, service, & sparepart) dengan standar tinggi yang ditetapkan Subaru Corporation Japan. Dilengkapi pula dengan 6 display car di area showroom dan 9 working stall di area bengkel.

Dealer ini memiliki tenaga ahli yang telah mendapatkan Subaru Technician Premium Award dan area Spareparts seluas 100 m2. Seluruh layanan sales dan aftersales yang ada dibalut dengan prinsip hospitality Omotenashi khas Jepang.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Jinya Shoji, Corporate Senior Vice President & Chief General Manager dari Subaru Corporation Japan. Hal tersebut dikatakan menjadi bukti komitmen bersama antara Subaru Corporation Japan dan Subaru Indonesia.

Selain itu mewakili Indonesia, hadir juga Paula Dewiyanti, Board of Director Plaza Capital Group. Tentunya hadir juga Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia dan Carlos Sanusi, Chief Executive Officer Plaza Subaru.

Dipercaya Untuk Tumbuh

Jinya Shoji mengutarkan kepercayaannya untuk Subaru Indonesia dan jaringan dealer Plaza Subaru. Keduanya diyakini akan mendorong pertumbuhan merek Subaru di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan Subaru di Indonesia dengan produk-produk luar biasa, mendengarkan permintaan konsumen, hingga kesuksesan untuk mendirikan enam dealer Subaru hingga akhir tahun 2023,” ujar Jinya.

Arie Christopher, Chief Executive Officer, Subaru Indonesia mengatakan, “Peresmian yang hari ini dilakukan Subaru Corporation Japan perlihatkan komitmen yang luar biasa dari prinsipal kami dan kerja keras yang luar biasa dari tim Plaza Subaru untuk menghadirkan dealer flagship 3S dengan global brand identity Subaru.”

Area DKI Jakarta diakui Subaru memiliki pertumbuhan pasar potensial dan terus meningkat setiap tahunnya. Penambahan jaringan diler di daerah ini merupakan salah satu hal yang penting untuk mendukung permintaan dari konsumen yang juga meningkat. Selain itu, Jakarta dipilih sebagai dealer ke-empat Subaru di Indonesia karena kota ini merupakan pusat bisnis, industri, serta pusat dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.

“Kami mengundang seluruh fans, calon pelanggan, dan para Subarist untuk mengunjungi Plaza Subaru Pondok Indah mulai 10 Agustus. Untuk informasi terkait Plaza Subaru Pondok Indah, pelanggan dapat menghubungi (021) 38250999”, tutup Carlos Sanusi.

Mampukah The New SUV Mitsubishi Menggoyang Pasar SUV Tanah Air?

Segmen kendaraan small SUV saat ini tengah jadi trend dan primadona di Tanah Air. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pemain di liga ini terbilang cukup ramai. Mulai dari Honda HR-V, Hyundai Creta, Kia Seltos, Suzuki Grand Vitara, Wuling Alvez, Chery Omoda 5, hingga Toyota Yaris Cross. Sekarang hadir The New SUV Mitsubishi.

Dengan persaingan yang lumayan ketat, Mitsubishi Motors melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tak ragu untuk ikut serta.  Seperti apa prospek mobil ini kedepannya?

Kendaraan ini secara spesifik dikembangkan untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan konsumen di negara kawasan ASEAN, khususnya di Indonesia,” ungkap President Director PT MMKSI Atsushi Kurita dalam acara preview bersama media di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Senin (31/7/2023).

Sejak berupa XFC Concept, Mitsubishi Motors memang secara khusus merancang mobil SUV dengan spesifikasi khas untuk negara di kawasan ASEAN, terutama Indonesia. Perihal data teknis lengkapnya baru akan resmi diumumkan saat world premiere beberapa hari kedepan.

Segera Beredar

Meskipun resminya baru World Premiere pada event GIIAS 2023 yang berlangsung 10 Agustus mendatang, namun para konsumen sudah dapat melakukan pemesanan sejak 31 Mei 2023.

Pihak pabrikan menyatakan bahwa proses produksi sudah berjalan di fasilitas PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Ditargetkan unit pesanan konsumen mulai dikirim tiga bulan setelah resmi meluncur pada 10 Agustus mendatang.

Seiji Watanabe

“Saat ini tahap awal produksi tengah berjalan. Pengiriman ke konsumen pemesan dan jaringan dealer akan dimulai pada November,” ungkap Tetsuhiro Tsuchida, Marketing Director Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Seberapa Besar Prospeknya?

Kemunculan versi produksi mobil ini menjadi bahan perbincangan hangat di sosial media. Antusiasme terhadap SUV terbaru Mitsubishi ini tak hanya datang dari konsumen di Tanah Air. Konsumen di sejumlah negara ASEAN pun terpikat, bahkan juga para penyuka SUV di beberapa negara lain seperti India.

Belakangnya SUV baru Mitsubishi

Pertanyaan yang muncul pun nyaris senada, “Apakah mobil ini akan dipasarkan di negara kami?” Kurang lebih demikian tanggapan serta respon para warganet dan juga media luar. Menanggapi hal tersebut, pihak PT MMKSI menyatakan bahwa untuk saat ini basis produksi The New SUV hanya di Indonesia, dan satu-satunya.

Selain itu, pihak PT MMKSI pun menambahkan bahwa sekarang masih difokuskan untuk memenuhi permintaan konsumen di Tanah Air. Untuk pasar ekspor akan menyusul kemudian. Untuk informasi, kapasitas produksi yang dimiliki oleh Mitsubishi di Indonesia sangat memadai yakni 220.000 unit per tahun. Saat ini, mereka merakit Pajero Sport, Xpander L300 dan tidak ketinggalan Nissan Grand Livina. 

Investasi Masif

Berkat tingginya minat konsumen terhadap Xpander dan Xpander Cross, pada tahun 2019 lalu PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) mengelontorkan dana investasi sebesar Rp 500 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi di pabrik perakitan Cikarang. Dari 160.000 unit per tahun digenjot menjadi 220.000 unit per tahun.

Target produksi untuk Xpander saat itu dari 8.000 unit per bulan pun ditingkatkan menjadi 10.000 unit per bulan. Hal ini berkaitan adanya permintaan pasar ekspor. Sebanyak 20 persen dari total produksi Xpander dan Xpander Cross diekspor ke Philipina dan Afrika.

Mobil compact SUV yang baru saja diperkenalkan oleh PT MMKSI ini diprediksi mengadopsi mesin dan transmisi yang sama dengan Xpander. Kenapa?

Karena mesin MIVEC 4-silinder segaris 1.5-liter dari Xpander telah diproduksi di Indonesia dengan muatan lokal mencapai 80 persen. Dengan suplai mesin buatan dalam negeri, maka waktu produksi kendaraan jadi lebih cepat. Konsumen pemesan pun tak menunggu terlalu lama.

Berkaca dari kesuksesan Xpander, pihak PT MMKSI optimis The New SUV memiliki prospek yang cerah. Target produksi mobil ini diperkirakan tak jauh berbeda dari Xpander yakni di kisaran angka 8.000 unit per bulan.

Harga jual mobil ini memang belum diumumkan secara resmi. Namun dengan slotnya yang berada di segmen small SUV, maka diperkirakan harga jual The New SUV tak akan jauh dari para kompetitornya yang berada di kisaran Rp 300 – 400 jutaan.

Mampukah The New SUV menggoyang pasar small SUV Tanah Air dan merebut hati para konsumen? Kita nantikan jawabannya setelah mobil ini resmi world premiere…

Wujud New SUV Mitsubishi Diperlihatkan, Dijual di GIIAS 2023

Teka-teki seputar The New SUV Mitsubishi yang menjadi perbincangan cukup panas beberapa bulan terakhir ini, telah terjawab.

Hari ini, Senin, (31/7) PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI)  resmi memperlihatkan The New SUV Mitsubishi, yang namanya masih dirahasiakan, di hadapan kami secara langsung.

New suv Mitsubishi

Rencananya, SUV kompak terbaru Mitsubishi ini akan disiapkan untuk pasar Indonesia hingga global. Untuk selanjutnya SUV terbaru ini akan melakukan World Premiere pada 10 Agustus mendatang dalam event GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD City, Tangerang.

Fascia depannya mengusung grille Dynamic Shield yang baru dengan paduan DRL T-shape. Desain belakangnya dengan gaya Floating roof. Terlihat kekar di bagian waist line.

Kabinnya masih ditutup, namun diperkirakan akan cukup lengkap. Cruise control, AC dual zone dan dua layar digital akan melengkapi fitur standar. Selain itu, rem parkir elektrik dipasangkan dengan kemampuan auto hold.

Spek Mesin Sama Dengan Xpander?

SUV Mitsubishi baru

Berdasarkan info pihak MMKSI, mobil ini mengusung mesin MIVEC 1.5L 4-silinder yang sudah ada. Perkiraan kami, ini mesin yang sama dengan Xpander, dengan output 102 hp dan torsi 141 Nm. Mengandalkan penggerak FWD dengan paduan transmisi CVT. 

Untuk kenyamanan, SUV ini dilengkapi empat mode berkendara yakni Normal, Mud, Gravel dan Wet. Masing-masing mode berkendara disesuaikan dengan kondisi geografis dan iklim di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.

Dengan segmennya sebagai compact SUV, diproyeksikan akan langsung berhadapan dengan Toyota Yaris Cross, Hyundai Creta dan Honda HR-V di pasar crossover Indonesia. 

Antusiasme Konsumen Cukup Tinggi

Calon konsumen yang berminat dengan Mitsubishi The New SUV ini sudah dapat melakukan pemesanan melalui dealer resmi Mitsubishi Motors yang ada di Indonesia. Pemesanan telah dibuka sejak 31 Mei 2023 lalu hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Mitsubishi baru ini belum diumumkan harganya. Namun perkiraan kami, akan ditawarkan dengan harga Rp 300-400 jutaan. Ini berkaca dari rentang harga yang ada di segmennya. Anda bisa melihat langsung wujudnya di GIIAS 2023, 10 Agustus nanti. 

The All-New BMW X1 Meluncur, Makin Mewah dan Besar

BMW Indonesia hari ini meluncurkan SAV terbaru dari jajaran X1, All-New BMW X1, di Jakarta. Peluncurannya hari ini turut dihadiri oleh Manuel Sattig, Head of Government Affairs & Communications BMW Group Regions Asia-Pacific, Middle East, Eastern Europe, Africa; Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia; Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia dan jajaran manajemen dari BMW Group Indonesia.

Manuel Sattig, Head of Government Affairs & Communications BMW Group Regions Asia-Pacific, Middle East, Eastern Europe, Africa, mengatakan, “Saya sangat senang dapat berada di sini hari ini untuk menyaksikan peluncuran model penting bagi BMW Indonesia, All-New BMW X1 rakitan lokal. Pengenalan kendaraan ini semakin menegaskan pentingnya pasar Indonesia bagi BMW. BMW Group sangat percaya pada potensi pasar Indonesia sebagai komponen penting dari strategi pertumbuhan global kami,” ucapnya.

Ramesh Divyanathan, President Director BMW Group Indonesia juga memberikan komentarnya, “BMW Seri 7 yang baru diluncurkan dan BMW X1 rakitan lokal terbaru, menunjukkan dengan tepat bagaimana kami memanfaatkan berbagai teknologi untuk memberikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan BMW. BMW X1 adalah model penting bagi BMW Indonesia, sebagai model awal ke keluarga BMW X. Kami berharap BMW X1 terbaru dapat melanjutkan kesuksesan menjadi salah satu model terlaris kami.”

All-New BMW X1 Makin Premium

Di Indonesia, BMW X1 generasi ketiga ini hadir hanya dalam satu varian yaitu, BMW X1 sDrive18i xLine.

Model ini memiliki spesifikasi mesin 3 silinder BMW TwinPower Turbo technology: turbocharger, Double-VANOS dan menggunakan transmisi Steptronic 7-percepatan dengan double clutch.

Hantaran tenaga dari mesin ini sebesar 156 hp dan torsi maksimum 230 Nm. BMW X1 sDrive18i xLine siap berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 9 detik.

Desain, garis, dan detail aksen eksterior BMW X1 terbaru ini makin menampakan identitas Sports Activity Vehicle yang kuat. Tak hanya itu, secara visual juga nampak jauh lebih besar. Hmm…kami merasa jika ukurannya lebih mirip sebuah X3.

Aura kokoh dari BMW X1 mengusung elemen desain khusus xLine, yang meliputi stylistic underride protection. BMW X1 sDrive18i xLine juga menggunakan pelek BMW Style 866 berukuran 18-inci di keempat kakinya. Anda pun dapat memilih dari satu warna solid dan tujuh warna metalik untuk eksterior.

Gaya Progresif

Posisi duduk yang tinggi dan suasana premium ala BMW iX menciptakan pengalaman berkendara yang khas di dalam SAV ini. Elemen kunci dari kabin yang di-desain ulang ini lewat panel instrumen yang ramping, panorama glass roof dan stereo speaker system dengan 6-speaker.

Tak ketinggalan BMW Curved Display, sandaran tangan “floating” dengan panel control terintegrasi dan smartphone tray menjadi perangkat standar. Begitu juga dengan kabinnya yang menawarkan permainan material upholstery Sensatec perforated.

Kompartemen belakang BMW X1 baru ini mencakup tiga full-sized seats. Jok belakang terbagi dalam 40: 20: 40 split bisa dilipat atau disesuaikan sudutnya untuk memperluas kapasitas bagasi. Kapasitas bagasi sebesar 540 liter dapat ditingkatkan hingga maksimum 1.600 liter.

BMW Live Cockpit Plus didukung BMW Operating System 8. Selain itu BMW Curved Display dan BMW Intelligent Personal Assistant kini telah memperoleh keterampilan tambahan, dan layar informasi full digital 10,25-inci dan kontrol layar diagonal sebesar 10,7-inci juga menjadi perangkat standar mobil ini.

Mulai hari ini, BMW X1 sDrive18i xLine sudah tersedia di seluruh dealer resmi BMW. Untuk harganya, SAV ini ditawarkan dengan harga Rp 877 Juta, (Off-the-road) dan telah termasuk BMW Service Inclusive. Anda tertarik?

 

Mazda CX-60 diluncurkan di Jakarta

Menelaah Kenapa Mazda Percaya Diri Dengan CX-60

Kehadiran Mazda CX-60 seperti mempertegas kalau Mazda siap menyerbu (hampir) semua segmen kendaraan roda empat di Indonesia. Dimulai dari kelas mobil compact B-Segment seperti Mazda2 dan Mazda2 Sedan. Di atasnya ada Mazda3 dalam format hatchback dan sedan, lalu untuk menandingi Toyota Camry ada Mazda6 sedan. Lengkap dengan pilihan Mazda6 station wagon.

Mazda CX-60 hadir dalam dua varian: Kuro dan Elite

SUV/Crossover juga demikian. Mazda mengisi semua lini dengan CX-3, CX-30, CX-5, CX-8 hingga CX-9 dan sekarang CX-60 dengan harga Rp 1,180 milyar. Lebih mahal dari CX-9 yang lebih besar. Lalu, pertanyaannya, kenapa CX-60 bisa melompati CX-9 dan masuk di segmen SUV compact mewah? Di kelas ini ada Mercedes-Benz GLC, BMW X3, Lexus NX yang sudah lebih dulu ‘stabil’.

Untuk itu, mari kita bedah apa yang membuat Mazda percaya diri dengan CX-60 ini.

Anti Mainstream

Saat pabrikan lain dengan alasan efisiensi BBM berlomba membuat platform untuk mobil dengan penggerak roda depan, Mazda berbalik arah. Mereka justru meninggalkan basis mobil seperti itu, dan fokus mengembangkan platform untuk mobil gerak belakang (RWD), sekaligus mampu mengakomodir AWD.

CX-60 merupakan salah satu produk yang masuk dalam kategori Mazda Large Product Group, dibangun menggunakan Multi-solution Architecture. Kehadiran platform ini dikatakan sebagai solusi untuk mengakomodir beragamnya regulasi kendaraan bermotor di negara yang memasarkan Mazda. Hasilnya, pabrikan Hiroshima, Jepang ini bisa dengan mudah menukar-nukar kelengkapan teknis sesuai kebutuhan.

Platform CX-60

Multi-solution Architecture juga didesain untuk jadi basis mobil dengan mesin longitdinal, punya as kopel dan gardan belakang. Juga bisa dipasangkan mild hybrid (untuk mesin diesel/bensin) atau sistem mesin bensin plug-in hybrid sekalian.

CX-60 bukan satu-satunya pengguna, karena ada CX-90 yang lebih besar lagi. Mobil ini baru dipasarkan di Amerika Serikat awal tahun 2023. Selain dua yang sudah ada, tahun ini Mazda juga akan mengeluarkan dua produk SUV lagi bernama CX-70 dan CX-80.

Hanya AWD dan Mild Hybrid

Mazda CX-60 yang hadir di Indonesia dibekali mesin Skyactiv-G dengan enam silinder. Untuk informasi, penggerak 6-silinder Skyactiv adalah pengembangan terbaru. Sebelumnya, kalau Anda memperhatikan Mazda, Skyactiv selalu empat silinder.

Mesin Mazda CX-60 baru dikembangkan

Kapasitasnya 3,3 liter lengkap dengan turbocharger dan mild hybrid 48 volt, yang motor listriknya dijepit diantara mesin dan transmisi. Mampu menggelontorkan 280 hp dan torsi 450 Nm. Transmisi otomatis 8-speed menyalurkan daya ke semua roda melalui sistem yang disebut sebagai i-AWD

Di pasar luar negeri, pilihannya terlihat lebih beragam. Ada Skyactiv- 6-silinder 3,3 liter tanpa mild hybrid, Skyactiv-X 3,3 liter, 4-silinder dengan PHEV, dan beberapa opsi mesin diesel 3,3 liter. Menurut Ricky Thio Managing Director Eurokars Motor Indonesia, di Jepang justru paling laris CX-60 diesel ini.

Meski punya mesin yang terbilang besar, namun Eurokars Motor Indonesia percaya diri kalau konsumsi BBM-nya terbilang irit. Berdasarkan uji coba saat proses homologasi di Indonesia, Mazda mencatatkan konsumsi BBM sekitar 13 km/liter.

Angka yang cukup bagus mengingat mesinnya tidak bisa dibilang kecil. Namun harap diingat, angka ini tidak mengikat karena semuanya tergantung kondisi berkendara.

Filosofi Desain

Penilaian bentuk kami serahkan kepada Anda masing-masing. Tapi memang yang ini agak lain. Moncongnya panjang dengan kabin yang ditarik ke belakang. Menurut Mazda, desain ini bedasarkan filosofi Jinba-Ittai yang lebih disempurnakan lagi oleh para engineer Mazda. Disebut sebagai The Perfect Jinba-Ittai.

Mendefinisikan hubungan tanpa batas antara mobil dan pengemudi. Ideologi Jinba-Ittai yang telah berkembang selama tiga generasi, diklaim akan mengubah pengalaman berkendara dan memikat para penggemar mobil di seluruh dunia.

Jinba-Ittai juga telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Mazda dalam pengembangan berbagai model kendaraan, terutama dalam aspek keselamatan dan kenyamanan. Di dalamnya bahkan termasuk bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap gaya sentrifugal yang terjadi saat mobil bergerak. Tujuannya, tentu tidak lain adalah mempertahankan kenyamanan dalam berbagai kondisi pengendaraan.

Interior Mazda CX-60

Kenyamanan juga didukung oleh teknologi yang bisa dibilang tidak lazim. Mazda CX-60 memiliki kemampuan untuk menyesuaikan posisi duduk sesuai dengan ukuran tinggi badan pengemudinya. 

Dikatakan oleh Mazda, penelitian mendalam soal cara seseorang bisa nyaman mengendarai, ditambah bagaimana gaya disalurkan ke seluruh body, menghasilkan struktur body yang rigid yang bisa terasa saat Anda menggerakkan mobil.

Memanfaatkan Yang Ditinggal

Jujur, kami selalu mengagumi kemampuan Mazda. Mereka selalu bisa berinovasi menggunakan sesuatu yang ditinggalkan oleh pabrikan lain. Contohnya, mesin rotary yang dijauhi oleh produsen mobil (dan motor), dikembangkan oleh Mazda dan menghasilkan mobil hebat. Meskipun kadang pada akhirnya menggerogoti mereka sendiri. Setelah sukses di keluarga Mazda RX, sekarang rotary hanya akan mereka pakai untuk generator mobil dengan elektrifikasi.

Lalu saat semua bilang mesin pembakaran internal akan habis masanya, mereka keluar dengan teknologi mesin bensin HCCI (Homogenous Charge Combustion Ignition). Teknologi unik yang menggabungkan karakter pembakaran mesin diesel dan bensin (nanti kami buat artikelnya khusus).

Dan sekarang, Mazda membuat platform yang juga berbeda arah. Ini seperti jadi kebiasaan. Semoga saja sifat anti-mainstream ini tetap melekat. Dunia otomotif selalu memerlukan sebuah pencerahan yang berbeda. Dan sepertinya Mazda bisa memberikan itu. Kita lihat saja.

Mazda CX-60 peluncuran

Mazda CX-60 Diperkenalkan, Ini Harganya

PT Eurokars Motor Indonesia, APM Mazda di Indonesia akhirnya membuka selubung produk terbarunya, Mazda CX-60 hari ini (26/07/2023). CX-60 diperkenalkan kepada media nasional di Jakarta dengan keunikannya.

Pabrikan Hiroshima ini sepertinya sah saja kalau disebut pabrikan anti mainstream. Saat produsen mobil lain berlomba membuat SUV berpenggerak roda depan, Mazda tidak. Mereka meninggalkan platform yang sudah ada dan membuat basis baru untuk mobil yang yang tenaganya disalurkan ke roda belakang. Tentunya juga mampu mengakomodir gerak empat roda (AWD).

Desainnya masih tetap terlihat Mazda. Moncongnya terlihat panjang, kabin seperti ditarik ke belakang. Jarak pijak yang lebar membuat mobil terlihat kekar. Panjangnya kap mesin bukan tanpa alasan.

Ada penggerak Skyactiv G enam silinder di balik kap mesin. Kapasitasnya 3.3 liter. Lengkap dengan teknologi mild hybrid 48 volt dan turbocharger. Menjadikan CX-60 sebagai mobil pertama Mazda di Tanah Air yang punya teknologi tersebut. Tenaganya 280 hp, dengan torsi puncak 460 Nm.

Disalurkan melalui transmisi otomatis 8-speed ke semua roda. Ya, CX-60 yang dipasarkan di Indonesia hanya tersedia dalam sistem gerak AWD.

Interiornya tidak salah. Begitu duduk Anda akan familiar kalau ini adalah bikinan Mazda. Kami selalu suka dengan kualitas interior buatan mereka. Namun untuk mengetahui kepraktisan masih perlu waktu. Semoga nanti ada kesempatan test drive yang komprehensif.

Yang pasti, sudah dilengkapi dengan paket fitur bantu berkendara i-Activsense. Isinya ada cruise control adaptif, lane keeping assist, active LED headlight dan sebagainya. 

Dipasarkan dalam dua varian, Elite dan Kuro, harganya serupa. Eurokars Motor Indonesia mematok angka untuk Mazda CX-60 ini di Rp 1,188.800.000. Dengan harga tersebut, keluarga terbaru crossover Mazda ini dipastikan bakal menghadang Mercedes-Benz GLC atau BMW X3. Anda tertarik? Mungkin memang sudah sepantasnya…

The New Mercedes-AMG A 35 dan A 45 S Resmi Diluncurkan di Indonesia

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia secara resmi meluncurkan The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan dan Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ Hatchback. Kedua model ini menjadi model ketujuh dan delapan yang diluncurkan Mercedes-Benz tahun ini di Indonesia. Khusus A 35 4MATIC Sedan akan dirakit lokal di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang.

The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan

The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan adalah model entry level pada lini Mercedes-AMG. Menawarkan tampilan yang ringkas dan elegan. Fitur-fitur seperti pelek AMG light-alloy 19-inci dengan desain dynamic spoke; rear apron AMG; dan panoramic sliding sunroof terlihat apik. Bagaimana menurut Anda?

Dalam kabinnya, dibekali kursi sports berlapis material ARTICO man-made leather/MICROCUT Fibre Black yang nyaman dan elegan. Kemudian lingkar setir dipenuhi tombol ala AMG Performance. Dengan paduan sabuk pengaman standar berwarna merah yang mencerminkan sporty luxury.

Untuk infotainment, The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan menggunakan sistem multimedia MBUX yang dapat diakses melalui Central Media Display. Untuk mendengarkan lagu dengan kualitas suara jernih, siap dihantarkan oleh Burmester® surround sound system.

Sedan ini ditenagai oleh mesin Mercedes-AMG M260 2.0-liter 4-silinder 8 transmisi bertenaga 306hp, torsi 400 Nm dan dapat melaju dari 0-100 km/jam dalam hitungan 4,8 detik.

Sistem keamanan, The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC dilengkapi dengan fitur-fitur seperti Active Brake Assist, Blind Spot Assist, Active Parking Assist dengan PARKTRONIC dan tyre pressure monitor. The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC tersedia dalam 4 pilihan warna seperti Cosmos Black, Iridium Silver, Digital White dan Mountain Grey.

Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ Hatchback

The new Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ Hatchback tampil dengan front dan rear apron khas AMG. Lengkap dengan pelek AMG 5 19-inci, garis-garis AMG serta tampilan elegan dan sporty.

Di kabin tersemat setir AMG Performance berbahan Nappa Leather dan microfiber MICROCUT. Kursi AMG Performance untuk pengemudi dan penumpang dan elemen trim AMG berwarna hitam dan silver.

Selain itu juga dilengkapi fitur-fitur infotainment terkini. Instrument cluster digital dengan sistem multimedia MBUX tidak dilupakan. Kualitas suara jernih juga dihasilkan oleh Burmester® surround sound system.

A 45 S 4MATIC+ Hatchback menggendong mesin Mercedes-AMG M139q 2.0-liter 4-silinder. Transmisinya  8-kecepatan. Mesin ini bertenaga 421hp dengan torsi 500 Nm dan dapat melaju dari 0-100 km/jam dalam hitungan hanya 3,9 detik.

The new Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ juga dilengkapi fitur keamanan Active Brake Assist; knee airbag; PARKTRONIC dan fitur lain khas mobil mewah. Hadir dalam 10 pilihan warna seperti  Cosmos Black, Iridium Silver, Digital White, Mountain Grey, MANUFAKTUR mountain grey MAGNO, MANUFAKTUR Patagonia red metallic, Night Black, Polar White, Rose Gold dan Spectral Blue.

Saat ini, The new Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan dan Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ Hatchback resmi tersedia di dealer resmi Mercedes-Benz.

Untuk harga, Mercedes-AMG A 35 4MATIC Sedan ditawarkan dengan harga Rp 1.180 juta. Sedangkan Mercedes-AMG A 45 S 4MATIC+ Hatchback dengan harga Rp 1.510 juta.