Haval Jolion akan jadi bintang GIIAS 2024

Haval Jolion HEV Resmi Diperlihatkan Oleh GWM Indonesia

Great Wall Motors (GWM) Indonesia memaparkan rencana mereka untuk ajang GIIAS 2024 yang akan berlangsung 18-28 Juli 2024. Pemaparan tersebut dilaksanakan Rabu (10/07/2024) di Jakarta. Salah satu yang menarik adalah, kami berkesempatan langsung melongok sosok Haval Jolion (baca: Jolayen) HEV.

Dipastikan, mobil ini akan dipajang di GIIAS 2024 di ICE BSD nanti. Beserta dengan delapan mobil lainnya.

Tentunya, akan bersanding dengan Haval H6 HEV, Tank 500 serta satu Tank yang tidak disebutkan. Namun kami yakin ini adalah Tank 300 yang sudah lama rumor kehadirannya beredar. GWM juga akan menampilkan deretan aksesoris dan modifikasi untuk Tank 500.

Hybrid Entry Level

Mesin Jolion HEV 2024 Indonesia

Haval Jolion adalah SUV berpenggerak hybrid dengan mesin 1,5 liter tanpa turbo. Spesifikasi ini meleset dari perkiraan kami, yang sebelumnya akan berpenggerak turbo. Tenaganya belum disebutkan, tapi melihat spek Haval Jolion HEV di luar negeri, mampu menghasilkan 188 hp.

Tapi dipastikan, inilah mobil pertama yang keluar dari lini produksi Inchcape, group usaha yang menaungi GWM bersama Indomobil, di Wanaherang, Bogor. Soal pabrik ini, bisa Anda baca di bawah.

Perkiraan spesifikasi lainnya, Jolion memiliki ukuran yang lebih kecil. Panjangnya 4.472 mm, lebar 1.841 mm dengan tinggi 1.619 mm. Wheelbase yang tersedia sebesar 2.700 mm.

Selain Jolion, GWM Indonesia juga memaparkan program garansi dan servis yang mereka bawa. Mulai dari free maintenance hingga tiga tahun atau 30.000 km, ERA (Emergency road Assistance) kalau terjebak dalam keadaan darurat. “Bahkan kalau kehabisan bensin juga bisa kami bantu,” tegas Putra Samiaji, Aftersales & Customer Service Director GWM Indonesia.

Pabrik Wanaherang

Khusus untuk perakitan di Wanaherang, GWM Indonesia memanfaatkan fasilitas pabrik Inchcape yang ada di Wanaherang. Pabrik ini tadinya milik Mercedes-Benz, yang merakit kendaraan penumpang dan komersial.

Kini, operasional passenger car Mercedes-Benz di Indonesia diambil alih Inchcape dan Indomobil. Makanya, pabrik pun sekalian diakuisisi.

Karena kapasitasnya besar, Inchcape tidak hanya memanfaatkannya untuk GWM. Menurut beberapa informasi, ada beberapa merek lain yang akan keluar dari Wanaherang. Termasuk Mercedes-Benz sendiri.

MG VS HEV Selesaikan Road Trip 880 km, Sekali Full Tank Saja!

Morris Garages (MG), melakukan uji coba perjalanan dari Jakarta hingga ujung tol Trans Jawa dengan MG VS HEV hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar. Hal ini menunjukkan kehandalan teknologi dan kualitas MG VS HEV dalam menghadapi perjalanan jarak jauh dengan efisiensi yang tinggi.

Perjalanan dimulai dari Jakarta (Slipi) dengan kondisi mobil full tank 48 liter dengan bensin RON 98. Selama perjalanan ini, MG VS HEV ini hanya menggunakan Mode Normal, dengan sistem pendinginan diatur pada kecepatan satu guna mendukung operasional mesin. Memboyong tiga penumpang dewasa dan terdapat muatan di bagasi, perjalanan pun berakhir di gerbang tol Gending, Probolinggo, Jawa Timur dengan angka speedometer menunjukkan 879,9 kilometer.

Perjalanan ratusan kilometer Tol Trans Jawa ini dilakukan dengan standar rata-rata kecepatan berkendara di tol luar kota, yaitu minimal 60 km/jam dan maksimum mencapai 100km/jam. 

Selain itu, teknologi transmisi E-CVT dan sistem KERS (Kinetic Energy Recovery System) terus menjaga penggunaan bahan bakar secara efisien.

Mobil ini juga didukung fitur canggih seperti Energy Flow Display dan tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan. Begitu juga dengan teknologi MG i-SMART yang cerdas dalam menjaga pengendalian, pemantauan, dan hiburan.

Fitur-fitur canggih seperti SMART Check dan SMART Command terus memberikan akses real-time terhadap kondisi kendaraan dan navigasi yang mudah. Kemudian SMART Connect memperluas konektivitas dengan layanan seperti navigasi cerdas dan streaming musik online.

Mesin 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik dari baterai 2,13 kWh, sehingga mampu mencapai tenaga 175 hp dan torsi 200 Nm.

Donald Rachmat, Chief Operating Officer MG Motor Indonesia mengatakan, “Dengan terus mengembangkan teknologi dan inovasi, MG bertekad untuk memberikan pengalaman berkendara yang superior dan dapat diandalkan”.

MG VS HEV ditawarkan dengan harga Rp 389 juta (on the road Jakarta).

 

Road Trip ke Bandung Bersama GWM Tank dan Haval

Jalan-jalan singkat ke luar kota Jakarta, biasanya kota Bandung yang jadi tujuannya. Ya, hal tersebut sepertinya yang menginspirasi Great Wall Motor (GWM) Indonesia, untuk menggelar GWM Media Drive menuju Bandung, Jawa Barat. GWM pun menyediakan dua jenis sport utility vehicle (SUV) untuk acara ini, yaitu Tank 500 dan Haval H6.

Kedua mobil SUV ini bukan yang pertama kali kami temui, sebab keduanya telah tampil di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 silam. Kedua model tersebut juga merupakan mobil dengan paduan mesin pembakaran internal dan motor listrik, alias hybrid. GWM yakin bahwa kendaraan hybrid lebih mudah diterima di pasar Indonesia.

Penasaran kemampuan off-road 

Varian Tank yang masuk Indonesia adalah Tank 500. Full-size SUV ini diposisikan sebagai SUV kelas premium dengan kelengkapan fitur dan kenyamanan yang oke. Penerapan chassis model ladder frame membuat SUV ini suka dibandingkan dengan Toyota Land Cruiser oleh sebagian orang. Namun, dimensinya memang cukup besar, dengan panjang bodi mencapai lima meter.

Kemampuan on-road, tidak mengecewakan. Mesin bensinnya berkapasitas 2.0 liter dan dilengkapi turbocharger. Jika dipadukan dengan tenaga motor listriknya, maka outputnya mencapai 346 hp dan torsi puncak 615 Nm. Tapi sebenarnya kami lebih penasaran dengan kemampuan off-road Tank 500 ini.

Setibanya di kota Bandung, ternyata GWM telah menyiapkan sejumlah ‘tantangan’ di kawasan Pusat Kesenjataan Kavaleri. Mulai dari Side Sloping, Side Wheelie, Hill Climb, Water Wading, hingga Tank Turn. Sederet tantangan tersebut, dikhususkan untuk unit Tank 500. Setiap tantangan dilalui dengan metode merayap, sedikit bantuan pedal gas jika memang diperlukan.

Pangkas radius putar

Bahkan ketika ‘nyemplung’ di kubangan air sedalam nyaris 50 cm pun tak perlu risau. Tank 500 melaju santai tanpa kesulitan. Saat berada di area Side Sloping, SUV bongsor ini seolah santai saja, walaupun ada roda yang tidak kontak dengan tanah. Sebab torsi mesin tersalurkan secara optimal menuju roda yang masih memiliki traksi penuh.

Ujian selanjutnya adalah Tank Turn. Dalam kondisi normal, Tank 500 memiliki radius putar sebesar 5,6 meter. Namun, berkat fitur Tank Turn maka radius putarnya dapat dipangkas menjadi 4,4 meter. Hal ini sangat berguna saat pengguna harus bergerak memutar atau melakukan manuver di kondisi jalur yang sempit. Akhirnya semua obstacle dilahap tanpa kendala oleh Tank 500. Perlu dicatat bahwa unit yang digunakan masih dalam kondisi standar pabrik.

Selanjutnya ialah mencoba Haval H6, tapi kalau yang ini seperti lebih tepat untuk penggunaan on-road, tanpa medan berat. SUV berpenampilan atraktif ini dibekali mesin bensin empat silinder 1.5 liter dan dilengkapi turbocharger. Kalau dipadukan dengan tenaga motor listriknya, maka outputnya mencapai 323 hp dan torsi puncak 530 Nm. Wajar saja jika Haval H6 begitu luwes di lalu lintas yang padat.

Ada keunikan Haval H6 yang membuat kami kagum, yakni bisa mencari dan memarkir kendaraan sendiri, baik secara paralel maupun seri. Fitur parkir otomatis ini diaktifkan dengan sentuhan di layar ketika kamera telah menangkap ada lahan yang cukup. Pengemudi tak perlu memutar setir ataupun menginjak pedal apa pun. Heran…

Saat kembali menuju Jakarta, kami pun mencari tahu harga yang disematkan pada kedua SUV andalan GWM untuk pasar Indonesia saat ini. Tank 500 dibanderol dengan harga Rp 1,196 milyar, sedangkan Haval H6 ditawarkan dengan harga Rp 595,8 juta. Harga tersebut sudah dalam kondisi on-the-road. Jadi bingung mau beli yang mana…

BMW i4 dan 4 Series Gran Coupe Alami Pembugaran Luar Dalam

Memasuki penghujung kwartal pertama di tahun 2024, BMW meluncurkan versi facelift dari i4 dan 4 Series Gran Coupe. Mobil yang dipasarkan sebagai model tahun 2025 ini mengalami sejumlah sentuhan penyegaran.

Apakah i4 dan 4 Series Gran Coupe versi facelift hanya sekadar mendapat polesan kosmetik? Atau merambah hingga sektor performa?

Penyegaran Eksterior

Pada bagian wajah, lampu depan LED mengalami desain ulang. Kini nampak menyatu dengan lampu siang hari (DRL) berbentuk bumerang. Para desainer BMW memanfaatkan aksen garnish sehingga tampilan depan terlihat lebih segar.

Frame grille pun tak luput dari polesan dengan nuansa matte chrome. Tak hanya pada varian reguler, tapi juga untuk paket opsional M Sport. Tersedia pula opsi grille berwarna gloss black bagi yang tak suka kemilau chrome.

Area buritan juga mengalami sentuhan. Lampu belakang model ‘Laserlight’ ala BMW M4 CSL limited-edition kini terpasang pada i4 dan 4 Series Gran Coupe facelift.

Bagi konsumen yang memilih paket M Sport pada i4 maupun 4 Series Gran Coupe, akan mendapat sirip diffuser belakang berwarna high-gloss black. Jika ingin pipa exhaust sewarna sirip diffuser, konsumen harus memesan dalam paket opsional. Oh ya, ukuran laras pipa exhaust 4 Series Gran Coupe kini kian besar dari 3.5 inci jadi 4 inci.

BMW mengimbuhkan dua opsi warna eksterior baru. Nuansa hijau kemilau Cape York Green metallic dan merah merona Vegas Red metallic. Pelek 19 dan 20-inci yang dibekalkan pun tampil dengan desain baru nan eyecatching.

Tombol Fisik Perlahan Mulai Dihilangkan

Update yang kini dibekalkan pada i4 dan 4 Series Gran Coupe menyusul jejak 4-Series Coupe dan M4 yang telah lebih dulu diupgrade.

Ubahan paling terlihat pada interior i4 dan 4 Series Gran Coupe adalah kian minimnya jumlah tombol fisik pengendali fitur pada kabin. Ya, kontrol fitur kini terintegrasi pada sistem digital terpadu BMW iDrive dengan software OS 8.5 terbaru.

Seluruh kendali fitur dilayani via menu QuickSelect. Tak ubahnya pengoperasian menu pada ponsel pintar. Cukup dengan sentuhan jemari pada layar touchscreen Curved Display.

Para penyuka sentuhan tombol fisik nampaknya harus mulai beradaptasi dan membiasakan diri dengan menu Quickselect. Sedikit merepotkan memang bagi yang belum terbiasa, terutama yang agak gaptek.

Untuk kemasan interior, material kulit sintetis Sensatec yang digunakan kini lebih halus dan lembut. Ingin tampilan interior terlihat lebih eksklusif? Tersedia paket opsional bernuansa brushed chrome dan panel kayu untuk dashboard dan konsol tengah.

Untuk tuas selektor iDrive Controller dan tombol Start/Stop, tersedia opsi tampilan bernuansa Galvanic.

Kabar yang cukup menggembirakan adalah i4 dan 4 Series Gran Coupe kini dilengkapi jok sport. Makin keren bukan?

Racik Ulang Mesin Hybrid

Untuk varian 430i dibekali mesin 4-silinder 2.0-liter turbo plus modul mild hybrid 48-volt. BMW menggarap ulang lubang saluran intake serta ruang bakar. Setting ulang pun dilakukan pada camshaft control, sistem injeksi dan pengapian. Alur pipa header dan exhaust pun diracik ulang.

Di atas kertas, tak ada perubahan output performa. Tenaga tetap 255 hp dan torsi puncak pun masih 400 Nm. Namun pihak pabrikan mengatakan bahwa respon output performa lebih terasa saat dipacu di jalan raya maupun sirkuit balap.

Versi paling menggairahkan yakni M440i Gran Coupe masih dengan mesin 6 piston berkapasitas 3.0-liter. Sama seperti 540i xDrive dan X5 xDrive40i.

Modul mild hybrid 48-volt juga diimbuhkan pada M440i seperti halnya varian 430i. Tentu saja output performa jadi kian menggairahkan. Boost suplemen tenaga extra sebesar 11 hp plus torsi tambahan sebesar 200 Nm dapat diaktifkan selama 10 detik. Ya, cukup 10 detik.

Pasalnya, total output tenaga kini jadi 386 hp. Torsi maksimum pun terdongkrak jadi 539 Nm. BMW mengatakan bahwa akselerasi 0-100 km/jam kini lebih gesit.

Cukup 4,7 untuk versi rear-wheel drive (RWD) dan hanya 4,3 detik untuk versi berpenggerak xDrive all-wheel drive.

BMW i4 dan 4 Series Gran Coupe model tahun 2025 ini akan diproduksi di Munich, Germany. Resmi dipasarkan di Eropa paling cepat pada Juli 2024 mendatang. Amerika Serikat dan Indonesia? Harap bersabar…

Penjualan Toyota meningkat

Penjualan Toyota 2023 Dan Misteri Mobil Hybrid Baru Tahun Ini

Di luar kabar miring soal ketidak sesuaian spesifikasi Toyota Global, Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan pencapaian yang cukup cerah di pasar Indonesia. Penjualan mereka secara wholesales (dari produsen ke dealer) dikatakan meningkat di tahun 2023 lalu.

Penjualan Toyota dan Lexus meningkat dari 332.443 unit di tahun 2022 menjadi 339.292 mobil di tahun 2023. Artinya, pabrikan Jepang ini memiliki market share yang meningkat dari 31,7 persen menjadi 33,7 persen. Yang menarik, peningkatan tersebut salah satunya dipicu oleh mobil dengan imbuhan elektrifikasi (xEV).

Kijang Innova Zenix Hybrid (HEV) berhasil menjadi yang terdepan dalam penjualan xEV Toyota di 2023. Mencetak total whole sales 27.705 unit sepanjang 2023. Di belakangnya mengekor Yaris Cross HEV sebanyak 5.476 unit. Posisi ketiga ada Corolla Cross HEV 1.217 unit, yang saat ini statusnya masih impor utuh.

“PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan kepada mobility solution Toyota sehingga whole sales 2023 dapat meningkat,” kata Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto.

“Launching All New Kijang Innova Zenix serta Yaris Cross mendapatkan animo positif masyarakat, khususnya model HEV yang langsung memimpin penjualan kendaraan elektrifikasi kami,” tambahnya.

Selain Hybrid, Toyota bZ4X yang merupakan mobil listrik murni berbasis baterai, penjualannya telah mencapai 479 unit di tahun 2023. Mobil seharga Rp 1.190.000.000 ini menggunakan all new platform e-TNGA khusus BEV. BEV ini juga dipercaya oleh pemerintah Indonesia dalam berbagai event bertaraf internasional seperti Konferensi G20, ASEAN Summit, dan AIS Summit.

Mobil HEV Baru

Tidak kalah menarik adalah, pernyataan Henry Tanoto soal rencana mereka menghadirkan mobil hybrid lagi tahun ini.

Ia hanya mengatakan,” Ditunggu saja,” saat didesak mobil yang mana. Namun melihat peta persaingan sekarang, segmen low MPV perlu penyegaran. Mitsubishi telah memperkenalkan keluarga Xpander HEV di Thailand. Mobil ini juga telah menjalani sesi uji coba di wilayah Jawa Barat. Tentu, Toyota perlu menyiapkan pesaingnya.

Bukan hal sulit bagi Toyota, yang pelopor mobil hybrid dunia, memasangkan teknologi ini di Avanza atau Veloz. Lebih spesifik, Veloz yang dirakit oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). TMMIN sudah mampu merakit komponen mobil hybrid di fasilitas mereka di Karawang, Jawa Barat. Masuk akal, kan? Tapi itu baru spekulasi. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Hybrid Menguak Tabirnya!

Hari ini (01/02/2024), Mitsubishi Motors Corporation melakukan debut global Xpander dan Xpander Cross versi hybrid (Hybrid Electric Vehicle). MPV unggulan Mitsubishi ini diperkenalkan dan langsung dijual di Thailand. Keduanya diproduksi di fasilitas Laem Chabang Mitsubishi Motors (Thailand) Co., Ltd.

Xpander HEV dan Xpander Cross HEV dikatakan menghadirkan aspek elektrifikasi serta teknologi kendali pada semua roda. Sistem HEV menghadirkan pengalaman berkendara ramah lingkungan yang unik. Active Yaw Control dan teknologi pengaturan kendali, melengkapi berkendara yang aman sesuai keinginan pengemudi.

Pengendalian optimal

Mitsubishi juga menyiapkan berbagai mode berkendara memberikan pengendalian yang optimal di berbagai medan dan  cuaca. Selain itu, pengemudi dapat secara aktif memilih berkendara EV sesuai situasi.

Sistem HEV baru ini dikembangkan untuk menghadirkan fitur berkendara EV, hybrid dan dibekali sistem pengereman regeneratif. Efisiensi bahan bakar dihasilkan melalui kinerja sistem secara otomatis, karena mampu beralih ke mode berkendara optimal. Sesuai kondisi berkendara dan sisa daya baterai.

Mitsubishi Xpander Hybrid

Sekarang didukung mesin MIVEC 1.6 liter

Sistem HEV baru menghadirkan akselerasi mulus namun bertenaga selayaknya kendaraan listrik. Generator dan motor elektrik dengan output maksimum 85 kW (setara 113 hp). Dipadukan mesin bensin baru berteknologi MIVEC 1.6 liter DOHC Atkinson-cycle. Bersama dengan baterai penggerak yang dikembangkan secara khusus. 

Demi mencapai tingkat efisiensi pembakaran yang lebih tinggi, pertama kalinya Mitusbishi Motors menggunakan pompa air (water pump) elektris pertama pada mesin buatannya. Gunanya, menjaga dan mempercepat pencapaian suhu mesin optimal. Hal ini diklaim mampu meningkatkan penghematan bahan bakar mesin sekitar 10 persen.

Xpander Cross Hybrid

Konstruksi bodi disesuaikan

Mengakomodir sistem HEV, baterai penggerak diposisikan di bawah lantai jok depan. Sehingga MPV ini tetap memiliki kabin yang lapang untuk tujuh penumpang. Lantai kompartemen mesin dan sekitar baterai telah diubah. Konstruksi crossmember depan dimodifikasi untuk memberikan untuk perlindungan serta meningkatkan kekokohan bodi. Settingan suspensi pun disesuaikan demi menghasilkan stabilitas pengendalian, sekaligus tetap memberikan kenyamanan berkendara.

Identitas HEV terlihat pada grille dan pintu bagasi. Sedangkan emblem HYBRID EV disematkan di pintu depan. Tentu saja ada aksen warna biru yang bertebaran di banyak titik eksterior. Ada warna bodi baru untuk Mitsubishi Xpander hybrid ini, yakni White Diamond. Khusus untuk Xpander Cross Hybrid tersedia juga warna Green Bronze Metallic.

Toyota Prius

Tanpa Toyota Prius, Dunia Ini Tidak Akan Sama

Suatu saat di tahun 1993, engineer Toyota duduk bersama dan berdebat soal mobil yang pantas untuk abad 21. Ujung perdebatan itu adalah, mobil yang sangat efisien mengkonsumsi bahan bakar. Inilah perdebatan yang memunculkan Toyota Prius.

Prius yang artinya Pertama dalam bahasa latin tidak lahir dengan mudah. Ide awalnya, mobil ini harus 50 persen lebih irit dibandingkan mobil compact yang ada saat itu. Tapi gagasan tersebut dipatahkan oleh VP Riset dan Pengembangan Toyota (waktu itu) Akihiro Wada.

Toyota Prius Concept 1995

Wada memerintahkan anak buahnya untuk keluar dengan konsep mobil yang dua kali lebih hemat bahan bakar dari mobil paling irit. Permintaan yang rasanya mustahil itu, membuat para insinyur berpikir keras. Mereka harus punya ide ‘out of the box’. Dengan dana riset setara US $6 juta, tentunya ini bisa dicapai, meski prakteknya pasti tidak mudah.

Dan ini yang memunculkan konsep sistem penggerak hybrid. Sebuah sistem yang menggabungkan energi listrik tersimpan di baterai NiMH (Nickel Metal Hydride), motor listrik dan mesin empat silinder bekerjasama menggerakkan mobil.

Debut Yang Sunyi

Toyota Prius Generasi satu

 

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1995 di event Tokyo Motor Show, saat Mazda muncul dengan keriuhan mesin rotary, Subaru dengan mesin boxer empat silinder, Toyota mengeluarkan mobil yang bentuknya gampang untuk dilupakan. Warnanya kuning pula. Namanya Toyota Prius Concept. 

Yang melihat pun tidak terlalu tertarik. Yang membuat penasaran hanya plakat bertuliskan Toyota Energy Management System. Sedikit yang menyadari kalau mereka sedang melihat perubahan sejarah. Nama di plakat itu akan menjelma jadi Toyota Hybrid System dan mengubah peta otomotif dunia.

MEsin Prius generasi 1

Konsumsi bahan bakar 30,3 km/liter adalah sebuah angka yang luar biasa. Bisa dibandingkan dengan saat Bugatti sukses membuat Veyron berlari lebih dari 400 km/jam.

Toyota Prius mulai dipasarkan di Jepang pada 1997 dan jadi mobil pertama di dunia yang berpenggerak hybrid dan dijual masal. Dan sukses. Bentuknya, ya silahkan nilai sendiri.

Lalu Ditinggal

Seiring berjalannya waktu, Toyota mengeluarkan generasi kedua dengan bentuk yang streamline. Dan membosankan. Tapi di balik kulitnya, selain sistem hybrid yang terus dikembangkan, terpasang berbagai inovasi. Mulai dari water pump elektrik hingga termos vakum untuk menyimpan coolant panas. Ini demi mempercepat mesin mencapai suhu optimal.

Hingga muncul generasi terbaru (gen. 5) yang bentuknya memukau. Namun momentum Toyota Prius sepertinya selesai. Pelopor teknologi hybrid ini sudah jadi barang biasa karena sistem penggeraknya sudah dipakai di Yaris, Corolla, Camry bahkan Kijang pun sudah hybrid. Belum lagi merek lain pun mengeluarkan teknologi hybrid-nya masing-masing. 

Tapi kita harus akui, tanpa Prius, proses elektrifikasi di dunia otomotif tidak akan berjalan. Toyota yang sebetulnya masih ingin mengembangkan hybrid, terpaksa membuat mobil listrik karena tekanan dunia. Meski begitu, mereka sukses menjual 15 juta Prius dari berbagai generasi di pasar global. Dan mobil ini tetap dianggap sebagai pelopor elektrifikasi yang sukses masuk ke pasaran.

Indonesia Siap Jadi Basis Produksi Kendaraan Great Wall Motor

Masuknya brand otomotif asal China, Great Wall Motor (GWM) di Tanah Air sejak pertengahan tahun ini semakin meramaikan persaingan pasar antar brand otomotif di Indonesia.

Keagenan dan pemasaran produk kendaraan Great Wall Motor di Indonesia dikelola oleh PT Inchcape Automotive Indonesia yang menjalin kerjasama dengan PT Indomobil.

Great Wall Motor (GWM) siap memamerkan produk mereka di event pameran Smart Transportation and Energy 2023. Pameran teknologi transportasi ini dihelat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta dari tanggal 23-26 November 2023.

Dua produk kendaraan yang akan dipamerkan yakni GWM Tank 500 yang berteknologi hybrid dan mobil listrik baterai (BEV) GWM Ora 03.

SUV Tank 500 ditenagai mesin 2.0-liter turbo bermodul hybrid. Output tenaga sebesar 342 hp dan torsi maksimum sebesar 648 Nm disalurkan ke poros roda via transmisi automatic 9-speed.

Sistem penggerak 4WD dan transfer case Mlock 4WD generasi terbaru yang dibekalkan membuat GMW Tank 500 mampu melibas trek off-road.

Produksi Di Indonesia

Tak sekadar memasarkan produk saja, GWM bahkan berencana melakukan perakitan secara lokal di Indonesia.

Minggu lalu, Presiden Direktur PT Inchcape Automotive Indonesia, Khoo Shao Tze, menyampaikan bahwa perakitan unit kendaraan sedianya akan dimulai awal tahun 2024 di Wanaherang, Bogor. Fasilitas perakitan tersebut saat ini memproduksi mobil-mobil Mercedes-Benz.

Kenapa bisa dirakit di fasilitas Mercedes-Benz? Ini karena operasional pabrikan Jerman tersebut juga dikuasai oleh Inchcape. Jadi sah saja mereka memproduksi di situ.

Pihak GWM untuk saat ini masih belum mengumumkan secara resmi mobil apa yang bakal diproduksi di Indonesia. Namun diperkirakan GWM akan memprioritaskan untuk merakit Haval dan mobil off-road bermesin hybrid Tank 500 secara lokal di Bogor.

Untuk mobil listrik GWM Ora 03, nampaknya masih akan didatangkan dari Thailand secara utuh (CBU).

Makin penasaran mobil apa yang bakal diproduksi dan dipasarkan oleh Great Wall Motor nantinya bukan? Kita tunggu kabar selanjutnya…

Tampilan Segar dan Harga Menarik dari Wuling New Almaz RS

Ini bukan yang pertama kalinya kami berjumpa dengan Wuling New Almaz RS, karena SUV ini telah menampakkan sosoknya di pameran GIIAS 2023, beberapa bulan silam. Namun, saat itu Wuling Motors belum mengungkap harga jualnya.

Hari ini (05/10/2023), Wuling secara resmi memasarkan New Almaz RS, sekaligus membeberkan harganya dalam acara yang bertempat di The Forum Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Almaz RS dipasarkan dengan harga khusus peluncuran yakni Rp 398 juta untuk varian RS Pro. Sedangkan Almaz RS Pro Hybrid dijual dengan harga Rp 438 juta.

SUV hybrid ini mengusung teknologi Multi-mode Hybrid Powertrain. Dengan performa mengesankan namun efisien bahan bakar. Secara umum, penyegaran medium SUV ini meliputi tampilan depan, desain baru pada kabin, fitur berkendara dan fitur keselamatan.

“Hingga saat ini, kami menyuguhkan pilihan varian hybrid untuk kendaraan flagship Wuling, yakni Almaz. Apakah teknologi hybrid akan diaplikasikan ke produk lain, kami masih mempertimbangkannya,” kata Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors, saat kami jumpai di sela-sela acara price reveal Wuling New Almaz RS.

Tipe Hybrid masih dibekali mesin bensin 4 silinder Atkinson-cycle 2.0 liter. Output 123 hp dan torsi 169 Nm. Dipadukan dengan motor listrik yang bertenaga setara 174 hp dan torsi 320 Nm. Kedua sumber tenaga ini dikombinasikan melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Diklaim mampu bekerja secara multi-mode berupa EV Mode, Series Hybrid atau Parallel Hybrid.

Serupa dengan yang terdahulu, sistem ini bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi baterai, kebutuhan daya, serta kondisi jalan untuk mengakomodasi performa sesuai kebutuhan pengguna. Sedangkan, Wuling New Almaz RS Pro dibekali dengan mesin 4 silinder 1.5 liter turbocharger dan dipadukan dengan transmisi CVT.

Ford Ranger Plug-in Hybrid, Bisa Diajak Kerja Sekaligus Main

Ford bakal menawarkan produk yang bisa dipakai di dua ‘kebutuhan’, yaitu Ranger Plug-in Hybrid. Mobil ini akan menggabungkan kapabilitas berkendara sebuah kendaraan listrik (EV) dengan kemampuan untuk menjelajah beragam medan yang ditempuh, bahkan dapat mendukung pekerjaan maupun aktivitas para penggunanya.

Ford merencanakan produksi Ranger Plug-in Hybrid dimulai pada akhir tahun 2024, sehingga konsumennya sudah dapat menerima unit pada awal tahun 2025. Ranger Plug-in Hybrid ini menjadi langkah besar dalam rencana besar Ford untuk menyuguhkan beragam sumber tenaga pada deretan produknya, terutama di segmen pick-up berukuran medium.

Pemilik Ranger Plug-in Hybrid akan mendapat manfaat dari ekosistem Ford Pro, yang merupakan solusi penyederhanaan transisi dari mobil konvensional menuju mobil listrik, dengan adanya software dan opsi perawatan kendaraan.

Pick-up ini memiliki torsi yang lebih besar dari Ranger lainnya, karena Ford memadukan mesin bensin EcoBoost 4 silinder 2.3 liter dengan sebuah motor listrik dan sistem baterai yang dayanya dapat diisi ulang. Diklaim bahwa mobil ini dapat dikendarai dengan mode listrik sejauh 45 km. Mode listrik ini membuka peluang baru kepada para pelaku bisnis yang banyak beraktivitas di area perkotaan dengan zona rendah emisi gas buang.

Ranger Plug-in Hybrid juga menawarkan Pro Power Onboard, yang memungkinkan penggunanya mengoperasikan berbagai perkakas bertenaga listrik hanya dengan menyambungkannya ke soket power outlet pada bak belakang. Sehingga peran generator (genset listrik) pun boleh ‘pensiun dini’ dan bak belakang bisa diisi dengan barang bawaan lebih banyak.

Tersedia empat mode pada sistem EV, yang dapat memberi fleksibilitas penggunanya dalam berkendara dengan tenaga baterai. Tentu tidak ketinggalan lima mode berkendara dan beragam fitur keselamatan, ditambah lagi dengan sistem penggerak empat roda yang telah dikenal mumpuni melahap medan buruk.

Fiat 600 Hybrid, Pilihan Alternatif Bagi Konsumen Anti Mobil Listrik

Mobil listrik Fiat 600e nampaknya tak sendirian jadi urban crossover rendah emisi Fiat di pasar Eropa. Fiat 600 Hybrid jadi alternatif pilihan bagi konsumen yang masih suka mesin bensin.

Apa yang direncanakan oleh pabrikan otomotif Italia ini dengan munculnya versi hybrid dari Fiat 600?

Mobil Mungil Ramah Lingkungan

Dari segi dimensi ukuran, tak ada perbedaan antara Fiat 600 Hybrid dengan versi elektriknya, Fiat 600e.

Kompartemen penyimpanan di dalam kabin jumlahnya banyak seperti Fiat 600e. Volumenya pun sama yakni 15 liter. Belum lagi ditambah dengan volume bagasi yang sebesar 385 liter.

Kapasitas kabin pun sama yakni lima penumpang. Desain interiornya pun tak banyak perbedaan dari Fiat 600e maupun Jeep Avenger.

Panel interior dan jok menggunakan material kain daur ulang. Joknya yang berkelir putih mengingatkan gaya Fiat 600 klasik di era ’60an.

Panel dashboard bernuansa hitam menggunakan bahan plastik organik. Fiat nampaknya mulai beralih pada bahan ramah lingkungan.

Untuk perpindahan gigi transmisi, pada setir terdapat paddle shifter. Mirip seperti pada Jeep Avenger.

Pengemudi pun dapat memantau kapasitas energi baterai via indikator Powermeter pada dashboard.

Seperti halnya Fiat 600e, konsumen dapat memilih varian 600 Hybrid dengan konten fitur paling lengkap yakni La Prima. Varian ini dilengkapi teknologi swa kemudi Level 2.

Versi Hybrid Jadi Pilihan Alternatif

Mobil listrik saat ini tengah gencar dipasarkan di kawasan Uni Eropa. Namun tidak semua konsumen berminat. Oleh sebab itulah Fiat tak hanya meluncurkan mobil listrik 600e, tapi juga dalam versi hybrid.

Sesuai kodrat Fiat 600 sebagai mobil perkotaan seperti versi orisinalnya, sistem penggerak yang diusung tetap versi ekonomis.

Mesin bensin 3-silinder 1.2-liter berdaya 99 hp dipadukan dengan motor elektrik hybrid berdaya 21 kW atau setara 28 hp.

Motor elektrik penggerak dan mesin bensin terintegrasi dengan transmisi kopling ganda elektrik 6-percepatan.

Baterai lithium-ion 48V menjadi sumber pemasok energi listrik modul hybrid. Ya, ini adalah kategori sistem hybrid ringan.

Modul Hybrid Penghemat BBM

Dalam mode EV, Fiat 600 Hybrid bisa melaju dengan kecepatan hingga 30 km/jam. Namun jangan berharap muluk. Jarak tempuh hanya bisa sejauh 1 km, karena kapasitas daya baterai habis.

Modul hybrid ringan memang fungsi utamanya untuk memberi dorongan akselerasi. Motor elektrik hybrid jadi alternatif saat butuh kecepatan laju yang sangat rendah, semisal merayap di kemacetan lampu merah atau antrean loket parkir. Penggunaan mode EV membantu menghemat konsumsi BBM

Karena kapasitas dan output daya mesin yang kecil, Anda harus puas dengan akselerasi 0-100 km/jam yang butuh waktu 11 detik.

Perpindahan sistem penggerak dari mesin bensin ke motor hybrid dikatakan sangat halus dan senyap. Fiat menggunakan sabuk sebagai penggerak pulley motor starter, bukan rantai seperti modul hybrid sejenis dari pabrikan lainnya.

Berdasarkan klaim pabrikan, modul hybrid yang digunakan pada Fiat 600 Hybrid mampu mengurangi kadar emisi CO2 pada gas buang. Konsumsi BBM pun lebih irit hingga 15 persen dibandingkan tanpa modul hybrid.

Fiat 600 Hybrid akan segera dipasarkan di Italia dan sejumlah negara kawasan Eropa lainnya termasuk Inggris.

Pemasaran Fiat 600 Hybrid akan menyasar pada negara yang tipikal konsumennya kurang berminat pada mobil listrik seperti 600e. Dengan demikian, konsumen memiliki pilihan alternatif mobil rendah emisi selain mobil listrik.

Label harga Fiat 600 Hybrid di Italia diprediksi mulai dari €24.950, yang kurang lebih setara Rp 408,6 jutaan.

Lebih murah Rp 85 jutaan dari mobil listrik Fiat 600e yang dipasarkan di Italia dengan harga mulai dari €29.500 atau sekitar Rp 483 jutaan.

Jadi, pilih mobil listrik atau hybrid?

 

Dodge Hornet R/T Berevolusi Jadi Muscle Car Hybrid

Seiring bergesernya trend otomotif ke teknologi elektrifikasi, demikian pula dengan genre ‘muscle car made in USA’. Dodge Hornet R/T model tahun 2024 pun jadi muscle car pertama yang mengusung teknologi hybrid. Label teknologi yang disematkan bukan plug-in hybrid, tapi performance hybrid.

Ya, Dodge, pabrikan otomotif asal AS yang tersohor sebagai biangnya muscle car pun kini mau tidak mau mulai merambah ke teknologi elektrifikasi. Desainnya juga jadi tidak menarik. Menurut kami. 

Seperti apa performa dan teknologi hybrid yang dimiliki sang Tawon terbaru ini?

Muscle Car Berlabel Performance Hybrid

Tak seperti generasi sebelumnya yang kekar berotot dan bongsor. Kini body Hornet R/T sedikit lebih jangkung mirip crossover dengan garis body bergaya grand touring yang aerodinamis. Tampilan wajah pun sedikit berubah dari Hornet terdahulu, namun tetap terlihat garang khas muscle car Dodge.

Yang menjadi perhatian utama kami justru pada potensi performa dan teknologi hybrid yang diusungnya.

Mobil yang menyandang spek R/T atau Road and Track ini tak hanya legal dikendarai di jalan raya. Dodge Hornet R/T juga dapat melibas aspal sirkuit balap.

Uniknya, Dodge tak membekalkan mesin ber-cc besar plus supercharger seperti biasanya. Hornet R/T kini justru hanya mengusung mesin ‘kecil’.

Anda mungkin tak akan percaya jika di balik kap bonnetnya hanya berisi mesin 4-silinder turbo 1.3-liter. Tenaganya pun tidak beringas, hanya 288 hp. Namun torsi maksimumnya yang sebesar 520 Nm cukup lumayan menggigit. Untuk penyaluran daya, Hornet R/T dibekali transmisi automatic 6-speed.

Tanpa Alternator Konvensional

Lantas, seperti apa modul hybrid yang dibekalkan? Nah, pada poros roda belakang terpasang sebuah motor elektrik berdaya 90 kW. Kurang lebih jika dikonversi sekitar 120 hp. Perpaduan mesin di depan dan motor elektrik di belakang menghasilkan sistem penggerak e-AWD.

Hornet R/T memiliki fitur PowerShot, boost suplemen tenaga ekstra sebesar 30 hp untuk beberapa saat. Kurang lebih mirip seperti Sport Mode pada Hornet GT yang bermesin bensin konvensional plus penggerak AWD.

Dengan fitur PowerShot, Hornet R/T hanya butuh waktu 5,6 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Sementara Hornet GT dengan fitur Sport Mode butuh waktu 6,5 detik.

Karena menggunakan modul hybrid, mesin Hornet R/T kini menggunakan starter generator dengan sabuk penggerak. Tak lagi menggunakan motor starter dan alternator konvensional.

Untuk pasokan energi listrik, Hornet R/T dibekali baterai lithium-ion berkapasitas daya 15.5-kWh yang terintegrasi dengan sistem pendingin.

Modul pengisian ulang daya baterai 7.4-kW yang dibekalkan membuat Hornet R/T dapat menggunakan sistem pengisian daya Level 2. Waktu yang dibutuhkan hingga daya baterai terisi penuh pun cukup cepat, sekitar 2,5 jam saja.

Jika ingin berkendara pada mode EV yang senyap tanpa asap, Hornet R/T dapat menempuh jarak hingga 51 km. Sementara untuk kombinasi mesin bensin dan mode EV, jarak jelajah maksimum Hornet R/T dapat mencapai hingga 579 km. Cukup lumayan jauh.

Pilih Hornet R/T Hybrid Atau Hornet GT Non-hybrid?

Penasaran berapa harga muscle car hybrid ini? Hornet R/T dibanderol mulai dari $40,935 atau setara Rp 620 jutaan. Jika ingin konten lebih, tesedia varian R/T Plus. Mesinnya sama. Bedanya antara lain pada kemasan interior yang full kulit, sistem audio Harman Kardon, sunroof, dan pintu bagasi otomatis. Label harganya mulai dari $45,935 atau sekitar Rp 695,8 jutaan (off the road).

Jika tak suka varian hybrid, masih tersedia Hornet GT bermesin 4-silinder turbo Hurricane 2.0-liter bertenaga 268 hp dengan torsi 400 Nm. Perpindahan gigi menggunakan transmisi automatic 9-speed dari ZF Friedrichshafen.

Terdapat dua varian yakni GT yang dibanderol mulai dari $30,735 atau setara Rp 465,5 jutaan dan GT Plus yang label harganya mulai dari $35,735 atau sekitar Rp 541,3 jutaan (off-the road).

Suzuki XL7 Hybrid Dibekali Fitur Yang Tak Kalah Memikat

Suzuki XL7 Hybrid jadi varian terbaru yang diperkenalkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam jajaran SUV yang dipasarkan di Indonesia. Saat melihat wujudnya, konsumen yang awam mungkin akan berpikir mobil ini tak ada bedanya dari XL7 versi non-Hybrid. Namun nyatanya tidak demikian.

Nah, ubahan apa yang paling mencolok pada Suzuki New XL7 Hybrid dibandingkan versi tanpa label Hybrid?

Interior Tampil Lebih Elegan

Yang mungkin sedikit mengecoh konsumen mungkin pada area interiornya. Layout kabin XL7 Hybrid sepintas terlihat tak berbeda dari varian non-Hybrid. Panel instrumen plus layar MID (multi-information display) di balik setir palang tiga terlihat identik. Kelengkapan seperti soket listrik 12V, USB dan Aux juga tak berubah.

Sistem infotaintment dengan layar sentuh 8 inci pada XL7 Hybrid sama seperti varian non-Hybrid. Tetap dilengkapi dengan switch audio control serta koneksi Bluetooth. Namun saat dicermati, interior pada XL7 Hybrid varian Alpha maupun Beta kini tampil kian mewah dibandingkan versi non-Hybrid. Kombinasi kulit dan kain pada jok terlihat lebih elegan. Aksen ornamen kayu di dashboard dan panel pintu pun membuat tampilan interior layaknya SUV kelas premium. Nuansa warna beige pada interior pun kini berganti dengan warna silver.

Fitur penyejuk kabin otomatis pada XL7 Hybrid menunjang kenyamanan berkendara. Terlebih dengan adanya sistem ISG dan baterai lithium-ion 10 Ah yang lebih besar dari Ertiga Hybrid. Meskipun mesin mobil mati saat fitur Engine Start-Stop bekerja, AC akan tetap berfungsi. Jadi tak perlu khawatir kepanasan saat tengah terjebak di kemacetan lalu lintas.

Tombol pengaturan fitur Cruise Control pada setir pun cukup mudah dioperasikan. Fitur ini sangat membantu ketika berkendara pada kecepatan konstan seperti di jalan tol yang lurus dan cukup panjang. Setidaknya kaki tak lekas pegal karena harus selalu menginjak pedal gas. Suzuki XL7 Hybrid hanya tersedia dalam dua varian teratas yakni Alpha dan Beta.

Smart E-Mirror Touch Screen

Yang menarik dari sederet fitur yang ada pada interior XL7 Hybrid yakni Smart E-Mirror Touchscreen. Fitur yang satu ini mungkin tak banyak diketahui para konsumen. Kaca spion tengah pada plafon kabin sekaligus berfungsi sebagai layar penampil gambar dari kamera di depan maupun belakang mobil. Tak seperti pada gambar rekaman dari kamera pada mobil lainnya yang ditampilkan pada layar head unit di dashboard. Fitur ini tak akan mengganggu fungsi layar head unit pada bagian tengah dashboard.

Saat transmisi berada di posisi gigi mundur, kamera akan bekerja secara otomatis. Pengendara bisa melihat situasi di belakang kendaraan dari rekaman gambar kamera parkir yang ditampilkan pada kaca spion.

Tak hanya memudahkan saat parkir, fitur ini sekaligus meningkatkan visibilitas pengemudi dan mengurangi blind spot saat parkir mundur. Anda pun dapat merekam situasi perjalanan saat berkendara.

Rekaman gambar dari kamera akan tersimpan pada kartu memori micro SD yang terpasang di dalam spion tengah tersebut. Nah, kapasitas 32 GB pun bisa ditambah menjadi 64 GB. Keren kan! Fitur ini jadi keunggulan yang tak dimiliki kompetitor sekelasnya seperti Daihatsu Terios, Toyota Rush, hingga Honda BR-V dan Mitsubishi Xpander Cross.

Berkendara Aman dan Nyaman

Suzuki XL7 Hybrid bertransmisi manual memiliki fitur pembeda dari varian automatic, yakni Gear Shift IndIcator. Fitur yang terintegrasi dengan sensor rpm mesin ini akan memberi tanda kepada pengemudi kapan waktunya untuk melakukan perpindahan gigi. Fungsinya kurang lebih mirip seperti indikator shift light pada mobil balap. Untuk varian bertransmisi otomatis, terdapat fitur Hill Hold Control. Fitur ini sangat membantu saat kendaraan tengah terjebak di kemacetan atau saat merayap di jalan tanjakan.

Perihal fitur keselamatan berkendara seperti anti-lock braking system (ABS), electronic stability programme (ESP), dual airbag, dan electronic brake distribution (EBD) tetap menjadi kelengkapan standar pada XL7 Hybrid.

Kabin Lapang Dan Nyaman

Seperti halnya di area Jabodetabek maupun kota lainnya, tipikal konsumen peminat Suzuki New XL7 Hybrid di Yogyakarta pun kurang lebih sama. Sebagian besar adalah pengusaha dan profesional muda dengan taraf ekonomi cukup mapan. Dengan kapasitas 7-penumpang, New XL7 Hybrid sangat cocok digunakan sebagai kendaraan penunjang aktifitas sehari-hari maupun mobil keluarga.

Seperti halnya pada XL7 non-Hybrid, posisi duduk tak berubah. Seluruh penumpang dapat duduk dengan nyaman. Meskipun pada baris kedua tak dilengkapi sandaran tangan di bagian tengah, justru hal ini membuat area bangku menjadi tak terasa sempit. Terutama bagi penumpang bertubuh extra large.

Bahkan pada penumpang berpostur jangkung tetap dapat duduk dengan nyaman di baris paling belakang sekalipun. Ya, pada MPV maupun SUV biasanya penumpang baris paling belakang posisi duduknya kurang nyaman. Terutama pada posisi lutut yang mentok maupun batas kepala yang nyaris menyentuh plafon.

Kapasitas Barang Bawaan Lebih Besar

Dibandingkan dengan MPV berkapasitas 5-penumpang yang banyak beredar di pasaran, Suzuki New XL7 Hybrid jelas lebih unggul. Selain dapat memuat penumpang lebih banyak, kapasitas muat barang pun lebih besar. Label harga pun tak terpaut jauh.

Dengan konfigurasi duduk 2-3-3, jok baris kedua dan ketiga bisa dilipat. Volume ruang bagasi pun jadi bertambah besar. Memudahkan saat harus membawa barang bawaan dan belanjaan yang cukup banyak. Bahkan anda pun dapat memuat sepeda MTB di dalam kabin Suzuki New XL7 Hybrid. Jok dalam posisi terlipat tentunya.

Memuat koper dan tas ransel kemping atau tas travel berukuran besar kerap menjadi problem utama saat hendak travelling. Belum lagi ditambah dengan coolbox penyimpan minuman dingin yang ukurannya cukup besar dan memakan tempat.

Kapasitas kargo New XL7 Hybrid bisa menampung empat hingga lima koper besar plus tas bawaan dengan melipat jok baris ketiga. Segala perabotan pun jadi kian mudah dan praktis untuk dimuat dalam kabin.

Sejak diperkenalkan pada akhir Juni lalu, PT Sumber Baru Mobil sebagai salah satu dealer resmi mobil Suzuki di kota Yogyakarta telah mendapat 47 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) New XL7 Hybrid. Ini baru dari satu dealer saja dan jumlahnya tentu akan kian bertambah.

Dengan sejumlah inovasi dan fitur memikat yang dibekalkan, PT SIS yakin Suzuki New XL7 Hybrid dapat bersaing dengan kompetitor sekelasnya. Bahkan secara simultan Suzuki akan menghadirkan New XL7 Hybrid di 33 kota besar di Indonesia.

Konsep Toyota Prius Le Mans Bernuansa Balap 24 Jam

Toyota Gazoo Racing memperlihatkan sosok mobil sport konsep Prius dengan desain yang radikal. Mobil ini dirancang untuk selebrasi Toyota dalam mengikuti dunia motorsport, sekaligus menandai semangat Toyota dalam mengembangkan teknologi hybrid pada kendaraan penumpangnya. Mobil konsep Toyota Prius 24h Le Mans Centennial GR Edition adalah kendaraan untuk menghormati ajang balap Le Mans.

Event motorsport tersebut telah diikuti oleh Toyota dengan mobil balap hybrid sejak tahun 2012 lalu. Mobil konsep ini memperlihatkan aspek penting yang digunakan untuk mencapai netralitas karbon, termasuk elektrifikasi kendaraan, energi hidrogen, termasuk penggunaan bahan bakar sintetis.

Toyota bertujuan untuk terus berprestasi di Le Mans bersama mobil balap GR010 HYBRID pada seri balap ketahanan selama 24 jam tersebut. Balap Le Mans sendiri telah menjadi salah satu ajang yang digunakan untuk membuktikan segala teknologi otomotif sejak tahun 1923.

Terinspirasi dari Toyota GR010 HYBRID

Inovasi yang diterapkan untuk mengikuti balap ketahanan tersebut nantinya diterapkan pada mobil produksi massal. Lazimnya ialah komponen pendinginan, inverter berdimensi kompak yang dapat diletakkan langsung pada motor listrik, termasuk pengembangan semikonduktor bervoltase tinggi.

Dimensinya lebih panjang 90 mm, lebih lebar 50 mm, dan lebih rendah 30 mm dibandingkan unit standar. Bahkan sumbu roda depan dan belakangnya pun lebih lebar 40 mm. Terinspirasi dari mobil balap Toyota GR010 HYBRID Le Mans, Prius konsep ini memiliki desain lampu depan multi-lamp dan kap depan bermaterial serat karbon yang ringan.

Lebih lanjut, sekujur bodinya mendapat beragam fitur aerodinamis. Mulai dari side skirt, canard, spoiler belakang berukuran besar, hingga diffuser belakang. Untuk menghasilkan pengendalian yang optimal, Toyota memasang velg 18 inci yang dibalut ban 235/50 R18.

Suzuki XL7 Hybrid Muncul Bulan Depan?

Bermain di segmen hybrid bukan hal baru bagi Suzuki, baik di pasar internasional maupun di pasar Indonesia. Khusus untuk di pasar otomotif Tanah Air, Suzuki telah menggarap pasar kendaraan hybrid melalui kehadiran Ertiga Diesel Hybrid di tahun 2017 dan All New Ertiga Hybrid di tahun 2022. Guna melengkapi lini produknya di Indonesia, hadir gambar teaser kendaraan baru di akun Instagram @suzuki_id milik PT Suzuki Indomobil Sales. Besar kemungkinan merupakan sosok XL7 Hybrid.

Jika memang XL7 Hybrid menjadi produk baru Suzuki pada tanggal 15 Juni 2023 nanti, maka tidak menutup kemungkinan mobil ini mengacu pada unit XL6 Hybrid yang lebih dahulu diperkenalkan di pasar India. Wajar saja, sebab sejumlah produk Suzuki yang beredar di Indonesia pun tidak berbeda dengan lini produk di India.

Rasanya, teknologi yang bakal diusung pada Suzuki XL7 Hybrid pun sudah familiar bagi kami. Sebut saja mesin K series 1.5 liter dengan Integrated Starter Generator, dipadu bersama baterai Lead acid dan Lithium-ion. Jika masih memakai sistem Smart Hybrid (mild hybrid), maka teknologi tersebut sama dengan All New Ertiga Hybrid.

Namun, jika sudah menerapkan teknologi Progressive Smart Hybrid, maka mesinnya mendapat ‘asupan’ sistem DualJet. Bahkan, All New XL6 Hybrid untuk pasar India telah menggunakan transmisi otomatis 6-speed, bukan 4-speed lagi. Asyiknya, sudah ada fitur Paddle shifter juga. Semoga saja teknologi Progressive Smart Hybrid dan transmisi otomatis 6-speed tersebut hadir di XL7 Hybrid nanti.

Untuk interiornya, kemungkinan Suzuki masih memberikan aksen warna hitam pada kabin XL7 Hybrid. Hal tersebut menjadi karakter yang membedakan dengan Ertiga yang menggunakan aksen interior warna coklat atau krem. Jika terkait banderolnya, maka kami menduga bisa melebih angka Rp 300 juta. Harap bersabar ya…

Honda CR-V Hybrid Sedikit Lagi Mengaspal di Indonesia

Hanya hitungan bulan menuju pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun ini, dugaan bahwa Honda bakal memperkenalkan CR-V versi hybrid di Indonesia pun sepertinya mendekati kenyataan. Sebab ada dua model baru untuk tahun 2023, yang terlihat pada tabel Informasi Nilai Jual Kendaraan Bermotor milik SAMSAT Polda Metro Jaya.

Honda CR-V hybrid pertama kali diperkenalkan beberapa tahun silam, namun belum pernah dibawa ke pasar Indonesia. Tentu bagi penggemar Honda, khususnya CR-V, pasti bakal tertarik dengan model ini. Memang belum ada kabar resmi dari Honda Indonesia mengenai tanggal dirilisnya mobil ini. Namun sejak tahun lalu, rumor kehadiran Honda CR-V untuk pasar lokal sudah berhembus di sejumlah kalangan.

Debut ASEAN di Thailand

Honda CR-V generasi keenam ini memulai debut pertamanya di Asia Tenggara, tepatnya di Bangkok International Motor Show (BIMS) 2023. Sebagai informasi, BIMS 2023 diselenggarakan pada 22 Maret hingga 2 April 2023. Besar kemungkinan bahwa Honda CR-V hybrid untuk pasar Indonesia pun memiliki spesifikasi yang serupa dengan versi pasar Thailand.

CR-V generasi keenam ini ukuran dimensi yang agak bertambah dari generasi kelima. Sebab memiliki panjang 4.694 mm, lebar 1.864 mm dan wheelbase 2.700 mm. Hanya ketinggian bodi yang sedikit berkurang, menjadi 1.681 mm. Untuk CR-V generasi keenam yang non-hybrid, kemungkinan masih menggunakan konfigurasi tempat duduk 5+2.

Banderol Rp 700 jutaan hingga Rp 800 jutaan

Sedangkan untuk yang versi Hybrid, dugaan kami tetap berkonfigurasi 5 tempat duduk, mengingat akan ada penempatan baterai di bagian lantai bagasi. Untuk varian mesinnya, tersedia dengan dua pilihan. Pertama adalah mesin VTEC Turbo 1.5 liter bertenaga 187 hp dan torsi 243 Nm. Sedangkan yang kedua adalah mesin 2.0-liter e:HEV hybrid dengan motor listrik yang menghasilkan output gabungan sebesar 201 hp dan torsi 335 Nm.

Urusan fitur, Honda CR-V baik versi mesin bensin dan yang versi hybrid, tentu akan dibekali dengan teknologi Honda Sensing. Sedangkan untuk fitur kemewahan seperti panoramic sunroof berukuran besar sepertinya hanya bakal ada di varian teratas, alias yang hybrid saja. Mengenai harganya, anggap saja tidak akan terlalu jauh dari harga sekarang. Namun untuk CR-V versi hybrid kemungkinan bakal bertengger di rentang Rp 700 jutaan hingga Rp 800 jutaan.

Nissan Kembangkan Sistem Penggerak Modular Hybrid Dan EV

Persaingan antar pabrikan otomotif di segmen mobil listrik maupun hybrid kian gencar. Perkembangan teknologi kedua jenis kendaraan rendah emisi ini pun sangat pesat dan selalu muncul inovasi baru.

Meskipun demikian, harga jual keduanya terhitung tidak murah bila dibandingkan mobil dengan mesin konvensional.

Tingginya harga jual mobil listrik dan hybrid tak hanya disebabkan oleh faktor bahan baku dasar baterai dan semikonduktor yang memang sudah terbilang mahal.

Perkembangan teknologi antar pabrikan yang super cepat dan sangat pesat akhirnya mendorong laboratorium pengembangan para pabrikan berpacu dengan waktu. Biaya pengembangan teknologi pun terus membengkak. Hal ini kemudian berimbas pada biaya produksi yang menjadi tidak ekonomis.

Hal inilah yang membuat Nissan berupaya menghasilkan teknologi penggerak modular yang ekonomis: “X-in-1.”

Nissan mengungkapkan bahwa rancang bangun teknologi penggerak modular X-in-1 tak ubahnya platform sasis modular. Biaya riset dan pengembangan teknologi penggerak ini pun digadang jauh lebih murah sekira 30 persen.

Dari teknologi tersebut, dua buah prototype sistem penggerak diperkenalkan oleh Nissan yakni ‘3-in-1’ dan ‘5-in-1’. Keduanya berbasis dari rancang bangun ‘X-in-1’. Seperti apa perbedaannya?

Sistem penggerak ‘3-in-1’ memiliki desain ringkas yang memadukan motor listrik, inverter, dan gigi reduksi. Sistem penggerak ini khusus digunakan untuk mobil listrik bertenaga baterai.

Sedangkan sistem penggerak 5-in-1 ditujukan untuk mobil hybrid e-POWER. Pada rancang bangun sistem ini terdapat tambahan perangkat generator dan increaser.

Rancang bangun sistem penggerak X-in-1 kedepannya akan terus berkembang sesuai kebutuhan mobil listrik dan e-POWER Nissan.

Supaya Murah

Upaya yang dilakukan yakni bagaimana caranya untuk mengurangi biaya riset dan pengembangan serta menghasilkan sistem penggerak dengan biaya produksi yang ekonomis. Tentunya tanpa mengesampingkan kualitas produk yang dihasilkan dan sistem yang digunakan.

Seperti halnya pada platform sasis modular yang dapat digunakan pada berbagai model dan jenis kendaraan. Rancang bangun penggerak X-in-1 pun menganut sistem modular yang dapat diaplikasikan pada mobil listrik maupun hybrid.

Teknologi motor penggerak Nissan X-in-1 tak hanya memangkas waktu dan biaya pengembangan serta produksi yang dibutuhkan. Nissan mengklaim bahwa dimensi dan bobot sistem motor penggerak terbaru ini pun jauh lebih ringkas dan bobotnya lebih ringan.

Perihal output performa yang dihasilkan, diklaim jauh lebih baik dengan kadar getaran serta kebisingan yang terbilang sangat minim.

Dengan motor penggerak hasil pengembangan terbaru ini, bobot material lithium yang digunakan diklaim dapat dikurangi hingga satu persen dibandingkan teknologi sebelumnya.

“Kami terus berinovasi dalam mengembangkan sistem penggerak untuk mobil listrik dan hybrid e-POWER kami.” papar Toshihiro Hirai, Nissan Senior Vice President.

Dengan visi Nissan Ambition 2023, pabrikan otomotif yang bermarkas di Kanagawa ini menargetkan bakal menghadirkan 27 model kendaraan elektrifikasi baru, termasuk 19 mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Dengan teknologi penggerak modular Nissan X-in-1, diharapkan harga jual mobil listrik dan hybrid Nissan dapat lebih terjangkau dan kompetitif.

 

Mobil Listrik Berteknologi Modern Mejeng di GJAW 2023

Pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 sudah berlangsung sejak 10 Maret 2023 dan berlangsung hingga 19 Maret 2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. GJAW menghadirkan inovasi Industri otomotif Indonesia secara lengkap. Pameran ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penjualan kendaraan di awal tahun, termasuk untuk segmen mobil listrik berteknologi modern.

Respons positif dari masyarakat

Perhatian masyarakat akan kendaraan dengan sistem penggerak elektrik, mulai menunjukkan geliat positif. Bukan hanya dari sisi ramah lingkungan, namun juga tentang fitur hingga kemudahan saat mengendarai mobil listrik berteknologi modern, terutama di kota besar. Adanya ragam kemudahan yang diberikan untuk kendaran berbasis listrik, menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Banyak model EV

Beberapa brand yang membawa kendaraan listriknya ke pameran GJAW 2023 ini, di antaranya ada Lexus RZ BEV sekaligus peluncuran perdananya untuk pasar otomotif Indonesia. Mobil ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang mampir ke booth Lexus di Hall B.

Kemudian ada Toyota bZ4X dan Hyundai yang masih setia menampilkan Ioniq 5 sebagai mobil listrik andalan. Di Hall A terdapat Mitsubishi MiEV dan Kia yang akhirnya menyerahkan unit EV6 kepada pemesan awal, bertepatan dengan dibukanya pameran GJAW 2023.

Di Hall Cendrawasih, Wuling tak ketinggalan memamerkan kendaraan listrik, yaitu Air EV yang juga eksteriornya dibalut dengan versi grafis seni. Nissan juga tak mau ketinggalan dengan Leaf, sedangkan MG memboyong MG4 EV.

Bagaimana dengan jajaran mobil hybrid unggulan? Ternyata unit yang penggerak hybrid terlihat cukup banyak. Mulai dari Wuling Almaz Hybrid, lalu Nissan Kicks e-Power. Toyota menampilkan Kijang Innova Zenix Hybrid, New Corolla Cross Hybrid GR Sport serta RAV4 PHEV GR Sport.